DISELIDIKI: Polisi memasang police line untuk penyidikan ambruknya atap pabrik arang briket di Ploso, Banguncipto, Sentolo, Kamis (3/11). (Foto: Hendri Utomo/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Atap pabrik arang briket milik PT Aneka Sinendo di Pedukuhan Ploso, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, ambruk, Kamis 3/11). Tidak ada korban jiwa, empat pekerja terluka.

Kejadian bermula ketika empat pekerja tengah berada di atas atap berbahan besi baja dengan panjang bentangan 47,5 meter x 24 meter. Atap ambruk sekitar pukul 11.00. Pekerja terjatuh dari ketinggian enam meter.

Empat pekerja yang terluka itu Agus Priyanto, 21, warga Serangrejo, Purbalingga; Supri, 35, warga Surakarta; Ega Purnama, 22, warga Karangrejo, Purbalingga; dan Fajar Andriawan, 24, warga Sumberadi, Mlati, Sleman.

“Saya sempat pegangan besi, tapi terlepas setelah runtuh,” ucap Fajar, usai saat mendapat perawatan medis di RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo.

Fajar hanya mengalami luka ringan memar di kepala dan wajahnya. Tiga rekannya juga mengalami luka lebam dan masih menjalani perawatan intensif di unit gawa darurat (IGD). Semua korban luka di kepala.

Saat kejadian dia dan tiga rekannya tengah menyelesaikan pemasangan kuda-kuda. Setiap besi yang dinaikkan langsung dibaut untuk memperkuat bangunan.

“Namun saat proses itulah bangunan ambruk, yang diduga karena bentangan gording (Kuda-Kuda) terlalu panjang,” katanya.

Kapolsek Sentolo Kompol Slamet menyatakan sementara waktu lokasi ditutup. “Kami akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ambruknya atap ini,” kata Slamet. (tom/iwa/mar)