RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Siapa sangka batik jumputan yang ditemui di pusat perbelanjaan di Kota Jogja merupakan produksi ibu-ibu rumah tangga. Salah satu sentra produksi batik jumputan itu berada di Kampung Celeban, Tahunan, Umbulharjo, Jogja.

Menurut Ketua Kelompok Lancar Jaya Celeban Zarotin, pembuatan batik jumputan di wilayahnya baru dimulai akhir 2012 lalu. Ini sejak kampungnya ditetapkan jadi sentra batik jumputan.

“Saat itu ada pelatihan dari LPMK, tapi tidak semua mendapat pelatihan, kami adakan pelatihan sendiri,” jelasnya saat menerima kunjungan Calon Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) kemarin (2/11).

Meski bergerak mandiri, akhirnya kelompoknya tetap bisa memproduksi, bahkan ada brand nasional yang menggunakan produk batik jumputan Lancar Jaya. Batik jumputan dari ibu-ibu di Celeban itu dijual di pusat perbelanjaan.

Diakuinya, sesuai segmen batik jumputan produksi diperuntukan bagi kalangan menengah ke atas. “Jangan heran jika batik yang dijual di mal itu hasil buatan ibu-ibu di sini,” terangnya.

Mendengar hal ini, HP mengatakan akan meneruskan rintisan yang sudah dimulai Pemkot Jogja di bawah kepemimpinan Haryadi Suyuti (HS) itu. Menurutnya, hal itu juga sesuai program HS-HP yang akan mengembangkan industri kreatif di Kota Jogja. “Di antaranya dengan kampung kreatif, tiap kampung memiliki produk unggulan yang bisa ditawarkan,” ujarnya.

Menurut HP, di Kota Jogja sudah mulai bermunculan kampung kreatif. Selain sentra pembuatan batik jumputan, ada pula kampung yang membuat shuttlecock untuk bulutangkis atau sarung tangan. “Bisa jadi tiap kampung ada beberapa kerajinan unggulan, yang penting tiap kampung ada produk unggulan,” katanya. (pra/laz/ong)