RADARJOGJA.CO.ID– JOGJA – Melihat fakta banyaknya minat mahasiswa di Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, Nuffic NESO Indonesia hadir kembali di Jogja dengan menggelar Holland Scholarships Info Session. Bekerjasama dengan UGM, acara berlangsung di Grha Sabha Pramana, kemarin (2/11).

Sekitar 300 mahasiswa hadir dalam kegiatan ini untuk mendapatkan informasi seputar beasiswa studi di Belanda. Para peserta tidak hanya mendapatkan informasi bagaimana cara mendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda maupun Indonesia. Indy Hardono selaku koordinator Scholarship Nuffic NESO mempresentasikan pula apa saja syarat-syarat penting yang harus disiapkan mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya ke negeri kincir angin itu.

Seperti GPA, english proficiency, dan TOEFL/EILTS yang harus memenuhi standar nilai mahasiswa internasional di Belanda. “Tahun ini baik pemerintah Belanda maupun Indonesia sedang membuka lebar kesempatan untuk mahasiswa di Indonesia yang ingin belajar di Belanda dengan beasiswa yang mereka sediakan,” jelas Indy.

Menurutnya, Belanda menjadi salah satu negara dengan Human Development Index yang berhasil menempati peringkat ke empat dunia. “Ini sangat berpengaruh dengan kualitas pendidikan yang mereka berikan pada mahasiswa di sana. Kalau mahasiswa asal Indonesia belajar di sana tentu akan membantu dengan kualitas SDM dalam pendidikan yang dapat mereka bawa kembali ke Indonesia,” tambahnya.

Dr Anna Marie Wattie MA selaku Direktur Kemitraan Alumni dan Urusan Internasional mengaku senang dengan digelarnya sosialisasi beasiswa ini. Menurutnya, selaku alumni dari Amsterdam University, kegiatan ini akan mempermudah para mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa di Belanda dan juga membantu mereka untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Dari data yang diberikan pihak NESO Indonesia, sudah ada sekitar 1.600 mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda. Setiap tahun ajaran baru terdapat 50-70 mahasiswa asal Indonesia berhasil mendapatkan beasiswa baik dari Stuned maupun LPDP. (cr1/laz/ong)