RADARJOGJA.CO.ID–Suporter PSIM harus banyak belajar dari kerusuhan di laga kandang terakhir lalu. Buntut kerusuhan antar supporter itu, Laskar Mataram (julukan PSIM) tak bias menggelar laga kandang.

Stadion Sasana Krida di Berbah, Sleman, milik AAU, pun tak bias menjadi tempat homebase sementara Pasukan Biru. Johan Arga dkk tak mendapatkan izin dari kepolisian.

BACA: Manajemen PSIM Kunjungi Suporter Koban Bentrok

“Sepertinya tidak kami ACC (izinkan), apalagi di homebase sendiri mereka saja tidak ada ACC dari kepolisian setempat (Polres Bantul),” kata Kepala Bagian Operasional Polres Sleman Kompol Heru Muslimin.

Kerusuhan suporter PSIM ini terjadi saat laga Indonesian Soccer Championship (ISC) B melawan PSCS Cilacap Sabtu (15/10) di Stadion Sultan Agung, Bantul. Dua kelompok suporter Brajamusti dan Maindent terlibat tawuran. Polres Bantul pun memilih menolak permohonan izin manajemen untuk laga selanjutnya. (zal/eri)