Radarjogja.co.id – Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) menjadi satu-satunya lembaga Corporate Social Responsibility (CSR) yang mewakili Indonesia dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perumahan dan Pembangunan Kota Berkelanjutan atau Habitat III di Quito, Ekuador, beberapa waktu lalu (20/10).

Program unggulan revitalisasi pasar rakyat adalah Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih, Terawat), salah satu fokus kerja Danamon Peduli dinilai relevan mewujudkan tujuan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan New Urban Agenda dan Sustainable Development Goals.

“Program Pasar Sejahtera merupakan komitmen kami merevitalisasi pasar rakyat dengan memberdayakan pelaku pasar dan bekerja sama dengan pemerintah serta otoritas setempat,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

Restu melanjutkan, skema public-private partnership ini menjamin kesinambungan program. Mewujudkan pasar rakyat yang bersih dan nyaman selaras perkembangan tata kota dan kebutuhan masyarakat di era modern seperti saat ini merupakan semangat dan kepedulian utama Danamon Peduli.

“Kami bangga dan bersyukur bahwa program Pasar Sejahtera mendapat pengakuan dari dunia internasional khususnya PBB,” tegas Restu.

Menurutnya, upaya Danamon Peduli selaku mitra kerja pemerintah dalam mewujudkan pasar rakyat berstandar nasional melalui pengembangan pasar dengan skema-skema berbasis komunitas membawa Danamon Peduli menjadi salah satu pembicara di forum internasional yang hanya diselenggarakan setiap 20 tahun sekali tersebut. Pada kesempatan tersebut, Danamon Peduli menyampaikan pemaparan yang berjudul“Public Market and New Urban Agenda”.

Sebelumnya, Habitat pertama kali diselenggarakan di Vancouver, Kanada pada 1976. Kemudian, Habitat II di Istanbul, Turki tahun 1996, dan tahun ini, Habitat III di Quito, Ekuador.

Sejak 2010, Danamon Peduli menjalankan program Pasar Sejahtera bermitra dengan pemerintah pusat dan daerah. Adapun fokusnya, pada revitalisasi fisik pasar dan revitalisasi non fisik. Seperti peningkatan kapasitas kelembagaan; edukasi peningkatan kesadaran perubahan perilaku hidup bersih dan sehat; literasi keuangan dan kegiatan promosi pasar rakyat.

Saat ini, ada delapan pasar percontohan atau pasar dampingan. Yakni, Pasar Ibuh-Payakumbuh Sumatera Barat, Pasar Tejoagung Metro Lampung, Pasar Bunder Sragen Jawa Tengah, Pasar Grogolan Pekalongan Jawa Tengah, Pasar Karangwaru Jogjakarta, Pasar Baru-Kota Probolinggo Jawa Timur, Pasar Lambocca Bantaeng Sulawesi Selatan, dan Pasar Pandansari Balikpapan Kalimantan Timur.

Selama 2015, tercatat keterlibatan 4.291 relawan dari komunitas pasar, 5.097 relawan karyawan Danamon, Adira Finance dan Adira Insurance, serta lebih dari 210 ribu penerima manfaat melalui program Pasar Sejahtera di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan bagian dari program Danamon Peduli yang pada 2016 memiliki anggaran sekitar Rp 17 miliar untuk kegiatan tanggung jawab sosial,” katanya.(hes/dem)