Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mencicipi makanan dalam pameran Hari Pangan Sedunia (HPS), Rabu (2/11). (Foto: Zaki Mubarok/Radar Jogja Online)
BANTUL – Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Bantul kembali meneruskan tradisi penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS). Momentum ini sebagai sarana pengingat perlunya inovasi bidang pangan secara terus-menerus.

Sekretaris BKP3 Bantul Bambang Pin Erwanta mengatakan, inovasi pangan cukup krusial mengingat luas lahan pertanian terus menyusut. Sebaliknya, kebutuhan produk pangan kian meningkat. Seiring terus bertumbuhnya populasi penduduk.

“Ini diperparah dengan perubahan iklim selama beberap tahun terakhir,” jelas Bambang di sela peringatan HPS sedunia tingkat Kabupaten Bantul di halaman Kantor BKP3, Rabu (2/11).

Melihat fenomena ini, Bambang menilai, inovasi dalam bidang pangan merupakan kebutuhan mutlak. Inovasi ini tidak menyasar pada bidang produksi bahan baku pangan. Seperti ragam tanaman serta pemanfaatan berbagai media tanam. Lebih dari itu, inovasi juga menyentuh produk pangan olahan. “Agar ada banyak pilihan produk pangan,” ucapnya.

Kepala BKP3 Bantul Pulung Haryadi menambahkan, tanggung jawab inovasi tidak hanya menjadi domain pemerintah. Melainkan seluruh stakeholder. Tak terkecuali para petani. Baik yang tergabung dalam kelompok wanita tani maupun kelompok tani.

“Agar bersama-sama menstimulasi peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap penyediaan pangan,” imbaunya.

Peringatan HPS kali ini digelar dua hari, Rabu (2/11) hingga Kamis (3/11). (zam/yog/mar)