RADARJOGA.CO.ID– JOGJA – Hampir seminggu berjalan, masa kampanye Pilwali Kota Jogja 2017 terkesan masih sepi. Selain karena masih awal, belum dipasangnya alat peraga kampanye (APK) juga bisa menjadi alasannya. Masa kampanye identik dengan gambar calon yang berlomba menampilkan senyum terbaiknya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Wawan Budianto beralasan, belum dipasangnya APK karena masih menunggu persetujuan dengan tim pasangan calon (paslon). “Beberapa kali materi masih harus direvisi bersama tim paslon,” ujarnya kemarin (2/11).

Wawan mengatakan, jika sudah ada persetujuan bersama tim paslon, materi APK segera dicetak. Proses pencetakan, menurut warga Prawirodirjan ini, butuh waktu lama. Dalam dua hingga tiga hari ke depan, proses cetak diharapkan sudah selesai dan bisa langsung dipasang.

Selama masa jeda proses cetak, KPU juga menggencarkan sosialisasi dalam bentuk spanduk yang memajang dua foto paslon kandidat Pilwali. Sesuai aturan, jumlah APK yang dipasang KPU Kota Jogja dibatasi.

Untuk jenis baliho hanya lima unit. Masing-masing akan dipasang di Terban, Semaki, Badran, Tamansari dan Umbulharjo. Sedangkan jenis spanduk 90 unit yang akan dipasang tiap kelurahan masing-masing dua unit. Kemudian umbul-umbul 118 unit yang akan dipasang dua unit di tiap kelurahan dan dua unit di tiap kecamatan.

Di luar APK dari KPU itu, paslon masih bisa menambah APK maksimal hanya 150 persen dari yang sudah difasilitasi. “Materi dan besarannya juga harus sama, kalau berbeda akan ditertibkan,” tegasnya.

Ketua Tim Pemenangan Paslon Imam Priyono dan Achmad Fadli, Danang Rudiyatmoko mengaku tidak masalah dengan belum dipasangnya APK. Menurutnya, hal itu karena teknis percetakan yang belum sesuai.

Tim IP-Fadli sendiri mengaku sudah menyerahkan materi desain ke KPU Kota Jogja. “Kemarin sudah dicetak kok agak ngeblur, ya diperbaiki. Kita percaya sama penyelenggara, tidak punya pikiran macam-macam,” jelanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua SC Tim Pemenangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi, Muhammad Sofyan. Menurutnya, pihaknya tidak ada kekhawatiran terkait APK yang belum dipasang.

Dari tim HS-HP sendiri masih melakukan revisi materi yang disampaikan ke KPU Kota Jogja. “Kami menghormati aturan dan ketentuan terkait APK, tinggal sedikit lagi revisi, setelah itu segera kami lakukan pemasangan APK,” ujarnya. (pra/laz/ong)