Mobil Aldofian Paka Toyota GT 86 Nopol DB 41DO yang mengalami kecelakaan. (Foto: Gunawan/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID – Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi angkat bicara terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anggotanya. Trihadi meminta, seluruh anggota tidak boleh bergaya hidup mewah. Peristiwa yang dialami anggota Satlantas Polres Gunungkidul Aldofian Paka harus menjadi pembelajaran internal Polri.

“Kebetulan anggota saya yang kecelakaan kemarin (Aldofian Paka) berasal dari keluarga mampu. Setiap orang tua memang berhak member apa saja kepada anak, tapi itu tidak boleh jika anaknya anggota polisi,” kata Nugrah Trihadi, Kamis (3/11).

Trihadi mengakui, gaya hidup mewah adalah hak. Namun demikian, hal itu tidak melekat kepada anggota polisi. Alasannya, korps baju cokelat adalah aparat penegak hukum, dimana setiap gerak gerik menjadi pusat perhatian masyarakat.

“Kalau mau menggunakan kekayaan, sekalipun uang pribadi atau pemberian orang tua jangan jadi polisi. Jadi polisi harus sederhana, itu konsekuensi,” tegas Trihadi.

Karena itu, musibah kecelakaan lalulintas ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan kepada seluruh anggota agar menanggalkan gaya hidup mewah. Pihaknya kembali menegaskan bahwa, anggota polisi tidak boleh hidup mencolok.

Trihadi memastikan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan Toyota GT 86 dengan nomor polisi DB 41DO tetap jalan terus.

“Sudah kita lakukan tes urine untuk memastikan ada tidaknya pengaruh alkohol pada saat mengemudi. Hasilnya nihil,” terang Trihadi.

Menurut kapolres, sanksi terhadap Aldofian Paka, atas kasus menghilangkan nyawa dengan cara tidak disengaja akan diputuskan oleh pihak pengadilan. Proses hukum jalan terus tidak tebang pilih. Namun
Nugrah memastikan, kasus ini adalah kecelakaan murni dan tetap diproses sesuai undang-undang yang berlaku. Untuk mengingatkan, kecelakaan maut melibatkan mobil sport mewah dengan sepeda motor terjadi di jalan utama Jogjakarta-Wonosari, tepatnya Putat, Patuk, Rabu (2/11) pagi. Dalam insiden tersebut, seorang pesepeda motor jenis Honda Vario AB 6648 SW yang dikemudikan Liedya Prasetyo, 21, warga Tambakrejo, Sodo, Paliyan meninggal dunia.

Kejadian berawal saat mobil soprt mewah oleng, karena diduga mengalami pecah ban bagian depan kanan. Mobil kemudian hilang kendali dan terseok-seok. Dari arah berlawanan muncul sepeda motor Liedya Prasetyo kemudian tertabrak hingga meninggal dunia. (gun/mar)