Radarjogja.co.id – Predikat Indonesia bebas dari wabah campak perlu dievaluasi. Di Kabupaten Gunungkidul, ada 41 orang terkena wabah virus yang menular tersebut.

Kepala Bidang dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Sumitro mengatakan, tren wabah campak mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

“Hingga sekarang yang sudah positif campak hasil laboratorium sampai saat ini ada 41 kasus,” ungkap Sumitro, Rabu (2/11).

Namun, Sumitro belum bisa menyampaikan secara detail gambaran kondisi terkini wabah campak tersebut. Dirinya belum bisa mengklarifikasi lebih jauh dan informasi yang diterima belum lengkap terkait penyebaran penyakit campak.

Penyakit ini dipicu infeksi virus dan mudah menular. Tanda-tandanya berupa demam, batuk, konjungtivitis atau peradangan selaput ikat mata dan ruam kulit.

Sementara itu, informasi lain dari dinkes menyebut wabah campak kondisinya sudah memprihatinkan. Sama halnya penyakit demam berdarah dangue (DBD), penyakit campak patut diwaspadai.

“Kami hanya melihat kasus penyakit demam berdarah. Padahal wabah campak tidak kalah berbahaya,” ucap seorang pegawai yang meminta namanya tak disebut.

Menurutnya, penyebaran wabah campak tidak pandang umur. Karena bisa menyerang anak, dewasa, hingga orang tua. Pemerintah harus cepat menangani agar penyakit menular ini segera diatasi.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Hery Nugroho mengatakan, dalam APBD Perubahan, DPRD sudah wanti-wanti mengenai wabah penyakit. Sebagai antisipasi, plafon anggaran sudah disetujui, karena pertimbangan cuaca ekstrim.

“Kalau sekarang muncul seperti ini, mestinya dinas segera mengambil tindakan jangan sampai menular,” kritik Hery.

Sekretaris Golkar ini mengaku sering memberi masukan pada petugas Puskesmas agar ada tindakan promotif dan preventif dan sosialisasi tentang penyakit dan penyebabnya. Khusus wabah campak, ia minta pihak terkait cepat melakukan penelusuran.

“Yang terkena campak apakah waktu bayi sudah diimunisasi atau balum? Perlu dikaji lebih lanjut,” tegasnya.(gun/hes)