Manajer RM Pringsewu Gronggong Cirebon, Joko Ismanto (kanan) menunjukkan hasil laboratorium makanan dari Dinas Kesehatan Cirebon, Rabu (2/11). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
RADARJOGJA.CO.ID, JOGJA – Kabar adanya siswa SMAN 1 Tangerang yang mengalami keracunan beberapa jam saat makan di sebuah rumah makanan di cirebon mendapat tanggapan manajemen RM Pringsewu Gronggong Cirebon. Manajer RM Pringsewu Gronggong Cirebon, Joko Ismanto mengatakan, pada 20 Oktober. 2016 biro travel yang membawa siswa SMAN 1 Tangerang memang memesan makanan di tempatnya. Makanan yang dipesan sebanyak 580 packing dengan menu nasi putih, makaroni, sop, ayam saos.

Namun, ia membantah bahwa siswa yang diduga mengalami kekacunan tersebut berasal daro makanan yang disiapkan rumah makannya. Hal ini diketahui setelah Dinas Kesehatan Cirebon melakukan uji lab atas sample makanan yang pernah dikonsumsi para siswa tersebut.

“Hasil lab Dinas Kesehatan Cirebon, makanan yang kami sajikan layak konsumsi,” kata Joko kepada wartawan di RM Pringsewu Jogja, Rabu (2/11).

Ia menduga, para siswa yang mengalami keracunan itu karena mengkonsumsi makanan di luar RM Pringsewu. Sebab, saat datang ke RM Pringsewu ada seorang tour leader yang sengaja membawa makanan rendang dari luar.

Jika bukan karena rendang, kemungkinan siswa keracunan dari makanan yang lain. Sebab, sebelum menuju ke Jogja rombongan sempat berhenti di res area dan sebagaian siswa ada yang membeli di lokasi istirahat tersebut.

“Kami sudah melarang untuk dikonsumsi di tempat kami. Tapi, mereka memaksa. Padahal, aturan manajemen konsumen memang tidak boleh membawa makanan dari luar,” terang Joko.

Agar masalah ini terang benderang, Manajemen RM Pringsewu telah berkomunikasi dengan biro travel dan sekolah. Dari komunikasi tersebut semua pihak sepakat bahwa dugaan keracunan yang dialami siswa bukan berasal dari makanan RM Pringsewu.

“Masalah ini sudah clear. Ini hanya kesalahpahaman antara biro travel dan sekolah,” jelasnya. (mar/hes)