MAGELANG – Pemkot Magelang berencana menerapkan konsep pendidikan gratis bagi siswa SD dan SMP pada 2017 mendatang. Meskipun sudah ada BOS, anggaran pendidikan gratis itu bisa dialokasikan untuk mendukung kegiatan sekolah lainnya seperti pemenuhan seragam sekolah, sepatu, serta untuk keperluan yang bisa membantu program sekolah.

“Kami alokasikan pendidikan gratis 2017 mendatang, tentu ini sangat membantu operasional sekolah,” ujar Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat mengunjungi SDN Kramat 5, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang (31/10).

Ia mengatakan, BOS sudah diberikan ke siswa, pendidikan gratis juga sudah ada. Seharusnya dengan demikian tidak ada pungutan lain kepada siswa. Pendidikan gratis yang dianggarkan pada APBD 2017 itu tidak hanya berlaku untuk warga Kota Magelang saja. Melainkan siswa dari daerah manapun yang sekolah di Kota Sejuta Bunga ini.

“Ini kan pemikiran dan niat kami ingin memajukan pendidikan di Kota Magelang. Kami tidak membedakan dari mana siswa berasal,” jelas Sigit.

Dengan rencana pendidikan gratis itu, Sigit meminta ke sekolah di wilayahnya agar tidak melakukan segala bentuk pungutan kepada siswanya. Jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin akan dijatuhkan sanksi yang berlaku kepada oknum yang melakukan aksi pungli tersebut. “Saya pikir semua sudah paham, pungli dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan,” katanya.

Upaya pemberantasan pungli ini, sejalan dengan program Presiden Jokowi yang sangat tegas terhadap praktik ini. Dia juga telah memerintahkan semua aparat penegak hukum untuk melakukan pemberantasan secara menyeluruh.

“Jika kebutuhan sekolah sudah ada dalam anggaran BOS, guru jangan menarik iuran yang bisa merugikan murid dan orang tuanya,” tandasnya.

Kepala SDN Kramat 5 Walgito sepakat dengan ajakan wali kota agar sekolah tidak melakukan pungli. Ia mengaku selama ini tidak pernah melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku. “BOS sudah sangat membantu untuk keperluan operasional sekolah,” katanya. (ady/laz/ong)