Gudel (anak kerbau) milik Subardi, 64 tahun, warga Sawahan RT 04 Sumberagung, Jetis akhirnya mati. (Foto: Humas Polres Bantul For Radar Jogja Online)
BANTUL – Subardi, 64 tahun, pemilik Gudel (anak kerbau) harus mengikhlaskan hewan peliharananya. Sebab, anak kerbau yang terkena bom rakitan di Dusun Sawahan, Sumberagung, Jetis, Bantul akhirnya mati. Kerbau mati diketahui Selasa (1/11) pukul 23.30. Sawahan RT 04 Sumberagung, Jetis itu pun kini pasrah.

“Kerbau belum saya kubur karena masih akan diselidiki oleh polisi,” kata Subardi, Rabu (2/11).

Seperti diberitakan sebelumnya. Selasa pagi (1/11) Gudel atau anak kerbau menginjak bom rakitan sehingga meledak melukai badanya. Beruntung saat ledakan terjadi posisi Subardi berjarak sekitar 25 meter dari sumber ledakan sehingga tidak mengalami luka.

Akibat kejadian tersebut Gudel yang berumur kurang lebih 1 tahun itu mengalami luka-luka pada kedua kaki belakang dan perutnya tertancap puluhan paku ukuran 3 – 5 cm.

Setelah terkena ledakan, kerbau langsung dibawa pulang untuk dilakukan pengobatan oleh drh. Chatarina Aura Shinta Dewi dari Puskeswan Jetis Bantul. Namun, akhirnya tadi malam kerbau mati karena luka akibat tertancap paku ditubuhnya.

Dari olah TKP tim gegana Polda DIJ dibantu Tim Inafis Polres Bantul yang dipimpin oleh Kaden Gegana AKBP R. Kokok ditemukan, puluhan paku kecil ukuran 3 cm dan paku besar ukuran 5 cm, serpihan kaleng plastik, pembungkus baterai, karet kabel, wolfram, Baterai Eferedy AA, rangkaian elektronik yang diduga berasal dari bahan peledak dan Plastik yang berisi dompet berbahan plastik.

Kapolda DIJ Brigjen Drs. Prasta Wahyu Hidayat bersama pejabat Polda DIJ dan Kasat Brimobda Polda DIJ, Kapolres Bantul, dan Waka Polres Bantul turun kelapangan memantau insiden bom tersebut.

“Kami tidak ingin menduga-duga apakah ini bagian dari aksi terror atau tidak. Yang paling penting, kami jamin situasi Jogja aman dana terkendali. Masyarakat tidak perlu resah,” jelas Prasta. (ama/dem)