Radarjogja.co.id-Adanya laporan masyarakat, pihak kepolisian menurunkan Tim Gegana untuk memeriksa sebuah mobil yang berhenti di sekitar Jalan Parangtritis KM 11 atau utara Manding, Bantul. Mobil warna silver jenis Honda Stream Nopol AD 9173 SD Silver terparkir di sebuah jalan kecil sebuah gedung. Sekitar lokasi, pada pukul 13.00, dipasang police line warna kuning.

Dari berbagai informasi Radarjogja.co.id, Tim Gegana turun karena sudah dua hari mobil tersebut terparkir tanpa diketahui siapa pemiliknya. Apalagi berdasarkan laporan masyarakat, di dalam mobil tersebut terdapat compact disc berbau dakwah dan sebuah bungkusan mirip bom rakitan. Sebagai bentuk antisipasi, kepolisian akhirnya menerjunkan petugasnya.

Kasus ini menjadi banyak dibicarakan di media sosial setelah salah satu akun facebook milik El Bhe membagikan informasi tersebut. Disebutkan, “Tim gegana memeriksa mobil yang ditinggal 2 hari…. depan sate murni jalan parangtritis km 11. ”

Selain menerjunkan robot yang dikontrol melalui sebuah remote, terlihat petugas menggenakan pakaian khusus dengan bantalan pelindung cukup tebal mendekati mobil. Dilakukan pemecahan kaca mobil, untuk memeriksa bagian dalam. Hasilnya, Tim Gegana tidak menemukan bom..

“Ternyata mobil tersebut mogok dan sengaja ditempatkan di tempat sepi,” kata salah satu warga Manding.

Kepastian mobil tersebut mogok dan tidak terkait pengeboman atau terorisme setelah pemilik kendaraan datang ke lokasi kejadian. Pria bernama Nana Purwadi dan berasal dari Gemolong Sragen mengaku sebagai pemiliknya. Mobil tersebut mogok usai perjalanan dari Pantai Parangtritis.

“Dari Parangtritis, terus mogok,” ujar Purwadi. (mar/dem)