Cerobong pabrik pengolahan aspal hotmix yang diprotes oleh warga Dusun Pendem, Tegaltirto, Berbah Sleman. (Foto: Bahana/Radar Jogja Online)
SLEMAN – Warga Dusun Pendem, Tegaltirto, Berbah Sleman resah. Keresahan itu terjadi karena warga menghirup udara tidak segara lantaran asap dari cerobong pabrik pengolahan aspal hotmix yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga setempat.

Wargapun protes dan menggelar aksi atas keluhannya pabrik berada di wilayah Bantul. Sebab, cerobong pembakaran aspal itu diduga membawa debu dan menimbulkan bau tak sedap.

“Kami merasakan keresahan ini sudah dua tahun. Kami protes ke pemilik dan pemerintah tapi tidak ditanggapi,” kata Ongko S. Wanto, warga setempat, Selasa (1/11).

Warga pun tak menyerah. Berulang kali mereka melayangkan protes hingga ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIJ. Bahkan, BLH telah menengahi masalah tersebut dengan mempertemukan kepada pihak pengelola.

“Janji sistem pembakaran aspal mau diperbaiki supaya tidak mengganggu warga. Tapi, buktinya sampai sekarang tidak ada perubahan apa-apa,” terang Ongko.

Warga berharap, pemerintah dapat bersikap tegas atas masalah tersebut. Ia pun mewanti-wanti kepada pengelola untuk segera mewujudkan komitmennya memperbaiki sistem pembakaran aspal agar tidak mengganggu kenyaman warga setempat.

“Kalau seperti ini terus, warga bisa terkena serangan penyakit sesak napas,” jelasnya dengan nada khatir.

Pengurus Lembaha Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tegaltirto Sukari mengaku tidak bisa berbuat banyak atas keluhan warga.

Dikatakan, berbagai keluhan dan laporan telah dilontarkan ke manajemen pabrik. Tapi tak mendapat respons. “Kalau telepon kan berhentinya hanya pada waktu itu saja. Setelahnya tetap keluar lagi limbah asap debu dan bau menyengatnya,” ungkap Sukari.

Radar Jogja Online berulang kali berusaha ingin melakukan klarifikasi kepada pengelola pabrik pengolahan aspal. Namun, upaya itu tak berhasil. Petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk pabrik tidak mengijinkan wartawan media ini untuk menemui manajemen. “Maaf mas, kalau mau ketemu manajemen buat janji dan surat dulu,” saut seorang petugas keamanan pabrik setempat. (dwi/mar)