MASYARAKAT Gunungkidul telah lama gandrung dengan senam. Komunitas senam sudah menyebar di desa-desa. Di Hari Sumpah Pemuda, Jawa Pos Radar Jogja dan Perwosi Gunungkidul serta Pemkab Gunungkidul mengapresiasi antusiasme tersebut.

Ketua Panitia Senam Kreasi Sehat 2016 Joko Suhendro mengatakan, kegiatan ini diharapkan supaya masyarakat terus berolah raga dan berkreasi. Sehingga mewujudkan masyarakat sehat, kreatif, dan inovatif.

“Kami juga ingin mendorong masyarakat Gunungkidul untuk senantiasa berolah raga, khususnya senam,” kata Joko Suhendro di sela pelaksanaan senam di Alun-Alun Wonosari, kemarin (30/10).

Kata Joko, dalam kesempatan ini pihaknya sekaligus menyosialisasikan gerakan Senam Kreasi Gunungkidul (SKG) kepada khalayak luas. Dari latar belakang tersebut tercetuslah ide untuk mengadakan senam sehat.

Bupati Gunungkidul Badingah dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengaku bahagia karena optimisme dan antusiasme masyarakat.

“Memasyarakatkan olahraga senam, selaras dengan motto Mens Sana in Corpore Sano atau dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” kata Badingah dalam tulisannya.

Wakil Bupati Immawan Wahyudi, ketika ditemui di sela acara senam, mengaku sangat mendukung acara tersebut. Dengan semangat Sumpah Pemuda, agenda senam sehat ini menambah variasi untuk menyamangati anak muda agar cinta tanah air.

Ditanya mengenai dukungan pemerintah terhadap gerakan postif kepemudaan, pihaknya mengakui kurang menggema lantaran tidak semua terkomunikasikan atau dipublikasikan. Tidak sedikit anak-anak muda kelahiran Bumi Handayani meraih banyak prestasi. “Sudah bisa dipastikan, salah satu pemuda di Gunungkidul masuk tiga besar pengelola Pokdarwis (kelompok sadar wisata) ke tiga tingkat ASEAN,” ungkapnya. (gun/ila/ong)