JOGJA – Penganiayaan berujung maut kembali terjadi di Jogja. Kali ini korbannya seorang penjaga kandang kuda nil di Kebun Binatang Gembiraloka bernama Nanang Raharjo, 31. Warga Rejowingun, Umbulharjo ini tewas setelah perutnya tertembus peluru pada Minggu (30/10).

Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, korban ditemukan tak berdaya tak jauh dari lokasi kerjanya, beberapa meter dari Sungai Gajah Wong. Korban ditemukan seorang warga dengan kondisi luka di bagian perut sekitar pukul 13.30.

Baca Juga: Nanang Tak Pamit saat Berangkat Kerja
Ketika ditemukan, korban tidak mengenakan seragam kerja. Kemudian warga sekitar membawa korban ke RS Jenderal Sudirman. Namun, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong lagi. Jenazah korban lantas dipindahkan ke RS dr Sardjito untuk keperluan otopsi.

Kapolresta Jogjakarta Kombes Polisi Tommy Wibisono menyebut, korban meninggal karena tertembus peluru di bagian pinggang sebelah kiri mengenai bagian ginjal. Dari proyektil yang ditemukan, penembakan dilakukan dengan peluru dari jenis senjata angin.

“Kami amankan proyektilnya. Anggota kami masih melakukan pendalaman,” jelasnya
Dari keterangan sementara yang diperoleh, kuat dugaan kasus penembakan tersebut dipicu persoalan pribadi antara pelaku dengan korban. Hanya, untuk kepastiannya masih dilakukan upaya pendalaman oleh tim opsnal dari Polresta Jogjakarta dan Polsek Umbulharjo.

“Dugaan kami mengarah ke persoalan ekonomi atau bisnis,” jelas perwira menengah dengan tiga melati.

Kapolsek Umbulharjo AKP Yugi Bayu mengatakan, hingga siang kemarin, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi. Diantara saksi-saksi itu salah satunya sepasang lelaki dan perempuan yang mengantarkan korban ke rumah sakit.

Selain dua orang pengantar, juga sudah dimintai keterangan dari pihak RS Jenderal Sudirman yang menangani korban. “Untuk saksi akan bertambah lagi sesuai proses yang berjalan,” jelasnya.

Pihak kepolisian, jelasnya, cukup intensif memeriksa pengantar korban ke rumas sakit. Kecurigaan kepolisian berdasar pada perilaku kedua saksi tersebut. Keduanya menghilang setelah mengantar korban.

“Yang perempuan langsung pergi, sedangkan si laki-laki sempat ditahan sekuriti rumah sakit. Namun, dia juga ikut menghilang secara tiba-tiba saat pengawasan sekuriti rumah sakit teralihkan,” jelas Yugi.

Namun, untuk menetapkan menjadi tersangka pihaknya masih harus melakukan pendalaman. Termasuk menemukan senjata yang digunakan untuk menembak korban. (bhn/ila/ong)