SUASANA duka menyelimuti kediaman Nanang Raharjo di kawasan Rejowinangun, Umbulharjo, Jogja kemarin (31/10). Nanang merupakan korban penembakan misterius yang terjadi di kawasan Gembira Loka pada Minggu (30/10).

Sejauh ini, dugaan kuat motif pembunuhan dilakukan karena persoalan ekonomi atau dendam. Namun, hal itu ditampik oleh kakak korban Anton Sutopo.

Menurut Anton, selama ini adiknya cukup terbuka terhadap persoalan pribadi. Yang dia ketahui sang adik tidak memiliki persoalan dengan orang lain.

Baca Juga : Peluru Menembus Perut, Pawang Kuda Nil Ditemukan Tewas
“Selama ini nggak pernah cerita punya musuh atau ada persaingan di tempat kerja. Dia itu orangnya kalau ada apa-apa selalu cerita,” ujarnya.

Dia menuturkan, tidak ada firasat apapun mengenai kepergian adiknya. Sebab, pagi sebelum pergi ke tempat kerja, dia dan sang adik memandikan kedua anak mereka bersama sambil bercerita soal burung.

“Hanya tidak seperti biasanya, kemarin adik saya tidak pamitan sama keluarga. Biasanya kalau mau berangkat kerja selalu pamit,” jelasnya.

Sosok adiknya merupakan seorang penyayang binatang. Itu sudah dilakukan sejak kecil. Maka tidak heran, saat dewasa Nanang bergulat dengan pekerjaan yang bersinggungan dengan hewan.

Dia menuturkan sudah dua tahun ini Nanang bekerja sebagai pengurus kuda nil di Gembira Loka. “Nanang cukup menikmati bekerja di tempat itu,” jelasnya.

Kini, Anton hanya berharap pihak kepolisian segera mengungkap pelaku penembakan terhadap adiknya tersebut. “Sepenuhnya saya menyerahkan kepada kepolisian,” terangnya.

Ayah korban, Sarjono pun terkejut dengan penembakan yang dialami anak keduanya. Dia pun menyebut anak keduanya bukanlah sosok yang mudah dimusuhi. Pihak keluarga sendiri diberitahu polisi terkait kondisi korban pada Minggu sekitar pukul 17.00. Keluarga, menyayangkan pemberitahuan itu, karena kejadian penembakan terjadi pukul 13.30.

“Ketika itu kami diberitahukan untuk ke RS Jenderal Sudirman. Setelah sampai di rumah sakit dibawa ke Polsek Umbulharjo dan dikasih tahu anak saya korban pembunuhan. Dan, jasadnya berada di RS dr Sardjito,” terangnya.

Sarjono mendapatkan informasi, sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Nanang sempat bercerita ke pihak rumah sakit ciri dari pelaku. Namun saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, dikatakan cerita itu tengah didalami.

Sementara itu, Humas Gembira Loka Khrisyanto Agung Wibowo menjelaskan, korban sebagai pegawai aktif. Hanya saat kejadian, Nanang yang sedang bekerja keluar dari kompleks kebun binatang tidak dengan seragam kerjanya. “Lokasinya di luar kompleks di pinggir Sungai Gajah Wong,” jelasnya.

Pihak Gembira Loka menyampaikan, kasus yang dialami Nanang tidak berhubungan dengan pekerjaan. “Prosesnya kami serahkan ke kepolisian,” terangnya. (bhn/ila/ong)