BANTUL – Hutan Pinus Mangunan kian menjadi primadona wisatawan. Kondisi itu tak lantas membuat Pemkab Bantul berpuas diri.

Pemkab terus berupaya membuat terobosan untuk mendongkrak popularitas hutan pinus tersebut.

Kemarin (31/10) pemkab menjalin kerja sama dengan empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Jember, Probolinggo, Mojokerto, dan Blitar.

Penandatanganan dokumen kesepahaman bersama (MoU) pun dilakukan di Hutan Pinus Mangunan. Tepatnya di Panggung Theater. “Biar sahabat-sahabat dari empat kabupaten ini bisa melihat langsung hutan ini,” ucap Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

Dengan kerjasama ini, empat kabupaten di Jawa Timur ini bakal mendorong para pelajarnya berkunjung ke desa-desa wisata di Bantul. Timbal baliknya, Pemkab Bantul mendorong para pelajarnya melancong ke objek-objek wisata yang dimiliki empat kabupaten tersebut. “Potensi dari empat kabupaten ini sekitar 200 ribu orang,” ungkapnya.

Dikatakan, tingkat kunjungan wisata ke Bumi Projotamansari mencapai sekitar 3,5 juta orang per tahun.

Kendati demikian, Halim melihat capaian tersebut belum berdampak signifikan pada peningkatan perekonomian warga. Khususnya warga Mangunan. Sebab, sebagian besar wisatawan hanya melancong ke Pantai Parangtritis dan sekitarnya. Lalu pulang.

Dengan MoU tersebut, Halim berharap tingkat kunjungan ke desa-desa wisata meningkat. Disebutkan, Bantul punya sekitar 37 desa wisata dengan kekhasan masing-masing. Meskipun, tak banyak yang memiliki sarana homestay. Karenanya, demi menjamu wisatawan Halim mengimbau pengelola desa wisata segera menambah sarana homestay agar lebih menarik bagi wisatawan.

Bupati Blitar Rijanto sangat apresiatif atas terjalinnya kerja sama bidang pariwisata ini. Terlebih, lokasi penandatanganan MoU yang sengaja tak dilakukan di hotel atau kantor pemerintah.

“Ibarat anak sekolah saya beri nilai sepuluh. Acara-acara seperti ini jangan terlalu kaku dan di tempat mewah,” pujinya.

Menurut Rijanto, selain Pantai Parangtritis, kompleks Makam Raja-Raja Imogiri dan Desa Wisata Kasongan menjadi destinasi yang cukup populer bagi daerahnya.(zam/yog/ong)