Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat melakukan penandatanganan MoU dengan 4 Kabupaten di Jawa Timur terkait pertukaran wisata pelajar di kawasan Hutan Pinus Desa Mangunan, Dlingo pada Senin (31/10). (Foto: Heri Susanto/Radar Jogja Online)
BANTUL – Kegiatan tahunan sekolah yang melakukan studi tour ke luar daerah mendapat respon positif oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Sebagai bentuk dukungan atas kegiatan tersebut Pemkab Bantul merespon dengan menggagas adanya kerjasama pertukaran wisata pelajar.

Untuk tahap awal, Kabupaten yang diajak melakukan penandatanganan nota kerjasama pertukaran wisata pelajar sebanyak empat Kabupaten yaitu Kabupaten Blitar, Mojokerto, Probolinggo dan Jember. Berbeda dengan penandatangan MoU pada umumnya, kali ini nota kerjasama ditandatanggani di objek wisata alam yaitu di kawasan Hutan Pinus Desa Mangunan, Dlingo pada Senin (31/10).

“MoU ini langkah nyata kami ingin memajukan objek wisata alam dan desa wisata di Kabupaten Bantul,” Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai penandatangan MoU di kawasan Hutan Pinus Desa Mangunan, Dlingo pada Senin (31/10).

Menurut Halim, gagasan MoU ini berawal dari banyaknya wisata pelajar yang berkunjung ke Bantul. Biasanya, para wisatawan pelajar itu hanya berkunjung ke Pantai Parangtritis. Setelah ada MoU ini, para pelajar tidak hanya sekadar ke pantai tetapi juga akan mengunjung objek wisata lain seperti kawasan Hutan Pinus dan objek Desa Wisata.

“Mereka juga akan diarahkan untuk mampir ke Pasar Seni Gabusan untuk membeli oleh-oleh berupa makanan dan souvenir. Makanya, kami berniat melakukan penyempurnaan PSG supaya menarik dan membuat wisatawan betah berada disana,” terang Halim. (ama/eri/dem)