MUNGKID – Bencana alam kembali menerjang kawasan Perbukitan Menoreh, tepatnya di Dusun Palungan, Sidosari, Salaman. Material longsoran mengenai rumah warga dan memaksa 22 jiwa mengungsi. Tanah mengalami retak dan bergerak hingga sekitar 10 meter.

Longsor di dusun ini merupakan peristiwa kedua setelah 35 hari silam. Saat itu tiga rumah terkena material, satu di antaranya rata tanah. Kali ini satu rumah terkena material dan terpaksa dibongkar total. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, delapan kepala keluarga (KK) mengungsi ke rumah tetangga.

Peristiwa bermula dari hujan yang mengguyur kawasan itu Minggu (30/10). Warga mendengar gemercik air, dan pukul 21.00 tiba-tiba tanah bergerak dan longsor. “Karena tanah bergerak hingga 10 meter, rumah terpaksa dibongkar,” kata Munadi, warga Palungan kemarin (31/10).

Rumah warga persis di bawah perbukitan. Sementara di atas perbukitan itu tanah difungsikan sebagai persawahan. Tebing mengalami longsor dengan panjang sekitar 50 meter lebih, lebar 100 meter, dan ketinggian 50 meter. “Longsor tanahnya pada malam hari,” jelasnya.

Kepala Desa Sidosari Makmun Triyono menguraikan, delapan KK dengan 22 jiwa yang mengungsi itu karena terancam tanah longsor susulan. Mereka mengungsi di dua lokasi berbeda. “Setelah longsor, sekitar 50 warga kemudian menggelar kerja bakti membersihkan lokasi bencana,” jelasnya.

Ia tidak bisa memastikan sampai kapan warga ada di pengungsian. Ketika lokasi bencana sudah aman dari bahaya, warga bisa kembali ke rumahnya. Selama di pengungsian, warga membutuhkan beberapa bantuan dari pemerintah.

“Harapannya warga mendapat bantuan kebutuhan sehari-hari seperti sembako dan logistik untuk dimakan setiap hari,” jelasnya.

Kades mengungkapkan, empat dari tujuh dusun di Desa Sidosari merupakan daerah rawan tanah longsor. Di empat dusun ini setidaknya ada 93 rumah warga berdiri di sekitar perbukitan. Dari hari ke hari, tanah di desa itu terus bergerak.

Di wilayah desanya juga terdapat tanah retak yang sempat mengakibatkan dinding rumah warga retak. Empat dusun yang rawan longsor adalah Kranjang Lor 1, Kranjang Lor 2, Palungan, dan Banaran. “Total dari tiga dusun ini terdapat 90 rumah yang rawan,” katanya. (ady/laz/ong)