PURWOREJO – Berpakaian adat dari 28 provinsi mewarnai peringatan Hari Sumpah Pemuda 2016 Kabupaten Purworejo di Alun-Alun Purworejo, kemarin (28/10). Mereka mendampingi pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Janji Pemuda yang dibacakan dua pasukan pengibar bendera pusaka tingkat Jawa Tengah dan nasional.

Berjajar rapi menjadi pagar betis dari trotoar hingga tiang bendera utama tempat upacara, mereka harus melawan panas menyengat. Tidak menjadi masalah, perjuangan dulu lebih dari sekadar melawan terik matahari.

“Memang panas sih, berdiri hampir satu jam. Tapi ndak apa-apa,” kata Grace Florencia Setiadi, 13, siswa kelas VIII SMPN 1 Purworejo yang mengenakan pakaian adat Maluku.

Siswa yang lain, Stephanie Natha Oktianda, 14, yang mengenakan pakaian adat Jambi mengaku banyak hal bisa dibanggakan dari pemuda. Sumpah Pemuda adalah awal dari pergerakan pemuda dalam upaya kemerdekaan RI.

“Sumpah Pemuda adalah bentuk kebebasan pemuda Indonesia yang bisa menunjukkan diri di mata dunia,” kata Natha.

Hasil dari perjuangan pemuda harus itu ditindaklanjuti generasi muda sekarang. Tentu perjuangan yang dilakukan berbeda di mana pemuda harus mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif.

“Kita harus berani tampil. Mau mengembangkan, tidak malu berada di muka umum dan menjauhi kenakalan remaja,” ungkapnya.

Membacakan Sambutan Menpora Imam Nachrawi, Bupati Purworejo Agus Bastian memita agar pemuda harus menjadi pemuda yang produktif dan berbuat positif demi mengharumkan nama bangsa dan negara.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo Basuki Budi Raharjo mengatakan, pengenaan pakaian adat Nusantara melibatkan 15 sekolah di tingkat SMP dan SMA di dalam kota. “Ada 28 provinsi. Tidak semua provinsi, karena provinsi yang baru kami belum memiliki kostumnya,” kata Basuki. (udi/laz/mg2)