Sambil Sapa Pedagang, IP-Fadli Punguti Sampah di Kranggan
JOGJA – Pasar tradisional menjadi sasaran para pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Jogja pada hari pertama kampanye mereka. Revitalisasi pasar tradisional menjadi jargon yang disampaikan para paslon.

Hari pertama kampanye kemarin (28/10) yang merupakan jatah paslon nomor urut satu, Imam Priyono dan Achmad Fadli, dimanfaatkan dengan blusukan ke Pasar Kranggan, Jogja. Dalam kegiatan itu IP-Fadli berjalan kaki sambil memungut sampah yang ditemukan di dalam pasar. Mereka juga menyapa dan berdialog dengan beberapa pedagang di pasar ini.

Menurut Fadli, penataaan pasar tidak hanya secara fisik yang harus baik, tapi juga dalam pemberdayaan pedagang. “Pemberdayaan pedagang di samping kemampuan modal perlu peningkatan kemampuan pedagang,” kata Fadli.

IP juga menyatakan memilih pasar tradisonal untuk berkampanye karena pasar merupakan tempat bertemunya masyarakat, sehingga bisa menjaring permasalahan dan mensosialisasikan program-program IP-Fadli. “Pasar tradisional itu pusat kegiatan ekonomi dan tempat bertemunya warga, sehingga bisa menginformasikan program kami,” ujarnya.

Lokasi pasar tradisional juga akan dimanfaatkan oleh paslon nomor urut dua, Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi, pada hari pertama kampanye mereka hari ini (29/10). Ketua Steering Commite Tim Pemenangan HS-HP, Muhammad Sofyan mengatakan, Sabtu ini juga akan menyambangi pasar tradisional untuk berdialog dengan pedagang. Tapi ia menolak jika dikatakan meniru. “Ya tidak apa-apa (sama). Blusukan ke pasar ini terkait program selama lima tahun ke depan HS dan HP yang konsen pada revitalisasi pasar,” tuturnya.

Menurut Sofyan, selama seminggu ke depan konsep kampanye yang diusung adalah pertemuan terbatas dan dialog dengan warga. Selain itu, juga ada kegiatan sambang sungai terkait konsentrasi program revitalisasi sungai dan program kota tanpa kumuh. (pra/laz/mg1)