Kepolisian Tidak Mengeluarkan Izin, Termasuk di AAU

JOGJA – Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Sudah jatuh tertimpa tangga. Kedua ungkapan itu patut untuk menggambarkan kondisi PSIM Jogja saat ini. Ya, karena ulah segelintir pendukungnya yang ricuh saat menjamu PSCS Cilacap, Sabtu (15/10) pekan lalu, Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja mengalami kerugian besar.

Yang pertama adalah denda dari PT GTS selaku operator kompetisi Rp 25 juta akibat kericuhan tersebut. Kedua adalah tidak adanya izin dari Polres Bantul untuk menggelar laga melawan Perssu Super Madura di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul hari ini.

Sedangkan yang ketiga lebih menyesakkan. Meskipun telah mendapat lampu hijau dari AAU untuk menggunakan Lapangan Sasana Krida AAU dan PT GTS memaklumi, ternyata Polres Sleman juga tidak mengeluarkan izin pertandingan digelar. Sehingga, dipastikan bahwa laga PSIM versus Perssu batal dihelat.

Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menegaskan bahwa timnya tidak bisa bertanding hari ini. “Benar kami batal bertanding besok (hari ini, Red). Sebab dari Polres Sleman juga tidak memberikan rekomendasi laga digelar di Stadion AAU,” katanya.

Agung melanjutkan, PSIM sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pihak Akademi Angkatan Udara (AAU) untuk memakai Stadion Sasana Krida AAU sebagai plan B lokasi pertandingan. Namun dari pihak AAU juga meminta manajemen mendapatkan rekomendasi dari kepolisian. “Setelah kami mencoba mengurus rekomendasi itu, tetap saja Polres Sleman tidak memberikannya,” ungkap Agung.

Ia mengatakan, polisi urung menerbitkan izin dengan alasan kepolisian takut jika terjadi efek lain dengan kemungkinan masuknya suporter PSIM ke wilayah Sleman. Pembatalan tersebut tentu menjadi mimpi buruk bagi Laskar Mataram. Sanksi kalah WO membayangi tim yang saat ini menjadi pemuncak grup A ISC-B tersebut.

Menepis kondisi tersebut, manajemen langsung gerak cepat dengan mengirim surat pemberitahuan ke operator turnamen PT Gelora Trisula Semesta (GTS). Mereka berharap agar PSIM tidak terkena sanksi kalah WO karena dianggap tidak bisa menggelar pertandingan. Di samping itu manajemen juga meminta pengunduran jadwal pertandingan. “Kami ceritakan selengkap-lengkapnya kronologis yang terjadi,” paparnya.

Mendengar kabar pembatalan laga, pelatih PSIM Erwan Endarwanto mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut. Menurutnya yang paling dirugikan dari kondisi tersebut adalah pemainnya yang telah berjuang hingga saat ini menjadi pemimpin klasemen. Terlebih skuadnya banyak diisi anak-anak muda yang sedang bersemangat membuktikan diri. “Jelas ini berat buat mereka. Psikologis mereka tentu berpengaruh. Tapi ya mau bagaimana lagi kondisinya sudah seperti ini,” tuturnya.

Polres Sleman melalui Kabag Ops Polres Sleman Kompol Heru Muslimin membenarkan jika kepolisian tidak mengeluarkan izin bagi PSIM agar menggelar pertandingan di Lapangan AAU. “Izin tidak keluar, apalagi Polres Bantul sebelumnya juga tidak memberikan izin,” ujar mantan Kasat Reskrim Polresta Jogjakarta itu saat dikonfirmasi. (riz/din/mg1)