SLEMAN– Pakailah air secukupnya. Pentingkan untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Gunakan secara bijak. Jangan boros. Dan, jagalah kawasan penyangga air demi kepentingan masyarakat.

Itulah sepenggal pesan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman Ir Dwi Nurwata MM dalam menyambut Hari Air dan menyongsong Hari Bhakti ke-24 PDAM 2016, kemarin (28/10).

Tak henti-hentinya PDAM Sleman menyerukan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi menjaga stabilitas sumber mata air.

Dalam kampanye hemat air kemarin, tim PDAM membagikan sedikitnya 650 bunga kepada masyarakat yang melintas di perempatan Denggung, Tridadi, Sleman.

Bunga diartikan sebagai simbol kelestarian lingkungan. Dalam kesempatan itu, tim juga menyosialisasikan pentingnya berhemat air demi masa depan generasi penerus.

Dikatakan, menjaga kelestarian lingkungan menjadi kewajiban semua elemen. Bukan semata-mata tugas pemerintah atau PDAM. Masyarakat turut berperan dalam menjaga konservasi air. “Itu makanya setiap orang harus bersinergi untuk menghemat dan menggunakan air secara bijaksana,” tuturnya.

Masih terkait peringatan Hari Air, Dwi mendorong masyarakat aktif melakukan penghijauan. Untuk kepentingan itu, PDAM bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sleman siap menjadi motor reboisasi demi kelestarian lingkungan. Terlebih, Sleman merupakan kawasan resapan, sekaligus penyangga air untuk wilayah DIJ.

Dwi mengingatkan, air bukanlah sumber daya yang bisa diperbaharui. Ketersediaan air semakin lama kian terbatas seiring bertambahnya jumlah penduduk dan permukiman. Sehingga kawasan konservasi air semakin menyusut. “Karena itu dibutuhkan dua langkah konkret menjaga ketersediaan air. Menghemat air dan melestarikan sumber mata air,” lanjut Dwi.

Peringatan Hari Air kali ini sekaligus menjawab tantangan global pengelolaan air yang dicanangkan pemerintah pusat. Berupa program prioritas 100.0.100. artinya, 100 persen masyarakat terakses air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen terbangun kawasan sanitasi.(yog/mg2)