Sehari 158 Pesawat Beroperasi, Landing Harus Antre di Atas

JOGJA – Pimpinan PT Angkasa Pura (AP) I kemarin (28/10) mengadakan media visit ke kantor Radar Jogja di Jalan Ringroad Utara No. 88, Condongcatur, Jogjakarta. Kunjungan ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi yang sudah terjalin dalam bentuk kerja sama selama ini.

General Manager Radar Jogja Berchman Heroe menyambut baik kunjungan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah berjalan. “Kami mendukung penuh kegiatan maupun rencana Angkasa Pura I. Misalnya pembangunan bandara di Kulonprogo, sebisa mungkin berita terkait kami kemas secara positif,” jelasnya.

Agus Pandu Purnama, General Manager Angkasa Pura I mengatakan, Jawa Pos Radar Jogja sudah lama menjadi mitra AP I. Selain menyediakan Jawa Pos Radar Jogja di Reading Corner maupun ruang tunggu penumpang Bandara Adisutjipto, Agus juga sering menginformasikan pemberitaan terkait bandara kepada wartawan Radar Jogja di lapangan.

Dalam kunjungan ini, Agus beserta jajarannya juga menginformasikan tentang perkembangan pembangunan bandara di Kulonprogo. “Dengan meningkatnya jumlah penumpang sebesar 10-12 persen setiap tahun, mengharuskan kami segera menggarap bandara Kulonprogo,” tambahnya.

Kapasitas Adisutjipto sendiri sudah tidak mencukupi untuk menampung banyaknya armada yang landing. Pembangunan Terminal B untuk kedatangan internasional juga belum memberikan solusi terkait meningkatnya jumlah penumpang.

Dalam sehari sekitar 158 pesawat beroperasi di Adisutjipto. Keterbatasan tempat parkir pesawat membuat pesawat yang akan landing mengantre di atas bandara. Ini yang mengakibatkan jadwal penerbangan maupun keberangkatan tertunda atau delayed.

November nanti AP serta pemilik proyek-proyek terkait pembangunan bandara Kulonprogo harus menyelesaikan segala urusan pembayaran tanah masyarakat maupun relokasi. Didik Tjatur Prasetya selaku GA dan Legal DH-P2B2 mengatakan, saat ini proses pembangunan sudah pada tahap groud breaking dan pemagaran daerah Glagah.

AP I juga turut aktif memberikan edukasi terkait pendampingan kepada masyarakat sekitar yang menerima uang ganti rugi maupun pembayaran lain.

“Kami bekerjasama dengan UGM untuk mendampingi warga agar dapat mengelola keuangan yang diterima dalam jumlah besar ini,” ungkap Agus.

Pendampingan berupa kebijakan untuk membangun usaha foto copy atau usaha lain. Warga bahkan juga diberikan edukasi terkait penggunaan jasa asuransi yang berguna untuk mereka nantinya. Harapannya, dengan di bangunnya bandara baru akan membantu meningkatkan ekonomi, peluang kerja, dan usaha di masyarakat sekitar. (cr1/laz/mg1)