Direktur Clinic for Community Empowerment Fakultas Psikologi UAD Jogja, Hadi Suyono (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online)
JOGJA – Sikap politik kaum pemuda di tanah air ternyata sangat memprihatinkan. Betapa tidak, sebagian besar pemuda Indonesia ternyata sudah tidak lagi tertarik mengikuti hingar bingar perpolitikan di tanah air. Ironisnya, mereka cenderung cuek dan lebih memikirkan gaya hidup. Misalnya, sibuk bermain media sosial, selfi, nongkrong, pergaulan bebas, bergabung dengan geng motor sampai dengan melakukan tindak kekerasan.

Fenomena tersebut terungkap dari hasil survey yang dilakukan oleh Clinic for Community Empowerment Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja. Survei tersebut dilakukan pada periode September hingga Oktober 2016 dengan jumlah responden sebanyak 482 orang.

“Respondennya dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang tinggal di Jogjakarta. Ada yang asli Jogja ada pula dari luar DIJ,” kata Direktur Clinic for Community Empowerment Fakultas Psikologi UAD Jogja, Hadi Suyono kepada Radar Jogja Online, Jumat (28/10).

Dari survey tersebut, setidaknya sebanyak 73,24 persen pemuda yang menjadi responden cuek terhadap hingar binger perpolitikan di tanah air terutama berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Gubernur, Bupat, dan Wali Kota).

Mereka tidak mengenal nama-nama kandidat yang ikut dalam pilkada. Apalagi, berkaitan dengan program kerja dan tranc record kandidat yang mengikuti kompetisi pilkada. Hanya, 26,76 persen saja responden yang mengetahui sosok kandidat yang mengikuti pesta demokrasi pilkada.

“Mereka tidak tahu siapa kandidat pilkada karena tidak tertarik, tidak peduli dengan pemilihan pilkada, tidak perhatian pada politik, dan tidak suka politik. Bahayanya, mereka tidak menikmati adanya pesta demokrasi pilkada,” papar Hadi. (ama/dem)