JOGJA – Kepemimpinan Kota Jogja per hari ini (29/10) ada pada sosok Sulistiyo. Meski bersifat sementara, pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Jogja ini memiliki tugas berat. Salah satunya mengawal pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2017 agar berlangsung damai dan lancar.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, dalam menjalankan roda pemerintahan dalam masa transisi, Plt wali kota diharap bisa menjaga kelancaran program pembangunan dan pelayanan publik. Hingga dilantiknya wali kota terpilih, Sulistiyo memiliki tugas dan wewenang memimpin urusan pelaksanaan pemerintahan. Juga memfasilitasi penyelenggaraan pilwali serta menjaga netralitas pegawai negeri sipil (PNS).

“Termasuk menandatangani perda tentang APBD dan organisasi perangkat daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari menteri,” ujarnya kemarin.

Dalam menghadapi Pilkada serentak pada 15 Februari mendatang, HB X berharap semua institusi saling bersinergi. Mapping lokasi rawan konflik harus dilakukan. “Juga identifikasi kesiapan teknis lapangan serta peninjauan di semua TPS,” pesan HB X kepada Sulistiyo.

HB X menambahkan, dengan hanya adanya dua pasangan calon wajar jika ada kekhawatiran potensi benturan antarpendukung yang fanatik. “Penting menjaga PNS agar bebas dari keberpihakan karena kedua calonnya adalah petahana,” ujarnya.

Plt Wali Kota Jogja Sulistiyo menuturkan, dia akan bekerja secara optimal dengan menjaga komunikasi dan koordinasi. Target dalam jangka waktu terdekat yakni mengawal Pilkada Kota Jogja agar berlangsung aman dan damai.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DIJ yang dipercaya oleh Mendagri sebagai Plt Wali Kota Jogja ini menjamin netralitas PNS di bawahnya. Menurut dia, netralitas PNS merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

“Sudah ada aturannya, mulai dari UU, PP hingga SE Gubernur terkait netralitas PNS. Bagi saya PNS itu bertugas memberikan pelayanan bagi kepentingan banyak orang. Akan saya tegaskan itu pada teman-teman di pemkot,” tandasnya. (dya/pra/ila/mg1)