Makan Makanan Bergizi dan Multivitamin

SLEMAN – Menjelang pertunjukan akbar yang akan digelar Sabtu (29/10) di Grand Pasific, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Group Orkestra Budi Mulia Dua (BMD). Selain latihan rutin, menjaga kondisi fisik juga dilakukan. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan bergizi dan multivitamin yang menjadi syarat wajib bagi siswa yang terlibat.

Sebagai agenda tahunan, sekolah ini tampaknya tak main-main dalam penyelenggaraan Orkestra BMD 2016 bertajuk Who’s the Superhero. Selain skill dan kemampuan yang digembleng terus- terusan, kondisi fisik dan mental yang fit juga diperhatikan.

Pimpinan Produksi Okestra BMD 2016 Iswiyanto mengungkapkan, sebagai pembimbing tentu menginginkan yang terbaik. Tak hanya dari sisi penampilan orkestranya saja, tapi juga performa pemainnya. “Untuk itu agar dapat tampil maksimal setiap hari kami mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, dan multivitamin,” katanya di sela latihan, kemarin (27/10).

Orkestra BMD ini akan dimainkan oleh beberapa kategori usia, mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK dengan jumlah keseluruhan 357 anak. Oleh karena itu, perlu adanya perlakuan khusus agar mereka tampil dengan maksimal dan kompak, apalagi tinggal H-2 ini.

Sutradara Event Dewi Kusumawardhani menambahkan, siswa yang lolos audiensi melakukan latihan di sekolah masing-masing untuk menyelaraskan gerakan. “Selain fisik, kami juga sangat memperhatikan kondisi mental mereka. Terutama untuk anak-anak TK yang sifatnya moody. ” Ungkapnya.

Dewi menjelaskan, jika tadinya mereka hanya melakukan latihan secara terpisah, di hari terakhir para siswa TK melakukannya latihan bersama-sama. “Semua dijadikan satu dan berkumpul dalam satu kelas,” papar Dewi.

Akibatnya, bagi anak-anak TK tentu mereka merasa canggung dan tak percaya diri. Namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan memberikan luapan semangat dan dukungan oleh orang tua. “Sejauh ini saya merasa sangat senang karena para siswa sangat antusias mengikuti step by step latihan akbar ini. Anak-anak tetap semangat mengikuti latihan,” katanya.

Dewi menuturkan, pertunjukan ini adalah yang ke-16 kali setelah sebelumnya pernah digelar pertama kali pada 2000. Awalnya, orkestra ini hanyalah pertunjukan lokal karena hanya dinikmati oleh siswa dan wali murid pada saat acara wisuda. Namun seiring berjalannya waktu, pada 2010 okestra ini mulai dibuka untuk umum.

“Sejauh ini animo masyarakat cukup bagus. Itu bisa dlihat dari pembelian tiket orkestra terutama peminat di kelas platinum dan gold. Seperti keluarga dari wali murid yang setiap tahun tak pernah absen melihat acara ini ataupun para pengemar musik,” katanya. (*/met/ila/mg1)