Truk milik penambang pasir di Sungai Bebeng yang tertimbun pasir. (Foto: Adidaya/Radar Jogja Online).
MUNGKID – Nasib apes dialami oleh 11 pengemudi truk yang biasa mengangkut pasir Merapi yang berada di Sungai Bebeng, Magelang. Itu terjadi karena hujan deras yang mengguyur lereng Gunung Merapi pada Kamis siang (27/10) membuat debit air dikawasan sungai terus meningkat tajam. Akibatnya, para pengemudi truk yang sedang mengisi pasir ke dalam bak truk kelabakan sehingga tidak dapat membawa armadanya ke permukaan.

“Saat antre pasir seperti biasanya wilayah atas mendung gelap. Eh tiba-tiba dating banjir lahar dingin turun dan langsung memenuhi area tambang pasir,” kata Sunarko, seorang penambang yang ada di kawasan tersebut.

Dari informasi yang didapatkan Radar Jogja Online, banjir lahar dingin membuat truk pengangkut pasir tertibun. Bahkan, badan truk nyaris tidak kelihatan lagi karena tertimbun pasir. “Kami tidak sempat membawa kendaraan ke atas. Kami memilih menyelamatkan diri sendiri, armada kami tinggal,” jelas Sunarko dengan nada menyesal karena tidak segera membawa kendaraanya ke atas ketika mengetahui kondisi langsit di atas Gunung Merapi sedang mendung.

Hingga berita ini diturunkan, para pemilik truk dan penambang berusaha mengevakuasi badan truk. Namun, evakuasi tidak mudah. Sebab, sebagian truk yang tertimbun kondisinya rusak.

“Kami akan tetap berusaha mengevakuasi truk. Sebab, kendaraan ini satu-satunya armada yang kami miliki untuk mencari rizki,” terang Wahyu, pengemudi truk pasir lainnya. (ady/eri/ama)