Emas PON Rp 150 Juta, Perak Rp 75 Juta, Perunggu Rp 37,5 Juta

JOGJA -Pemprov DIJ membagikan bonus kepada para atlet yang peraih medali di PON XIX 2016 Jawa Barat. Penghargaan diberikan Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan, kemarin (27/10).

Total tali asih yang dibagikan sebesar Rp 7,026 miliar. Nominal ini sudah dipotong pajak penghasilan (Pph) enam persen dari besaran sekitar Rp 9,8 miliar. Dalam PON XIX Jabar lalu, DIJ mengoleksi 16 emas, 15 perak, dan 25 perunggu.

Atlet renang indah Claudia Megawati Suyanto mendapatkan tali asih terbesar dengan jumlah Rp 289,050 juta. Kedua adalah atlet balap sepeda M Nur Fathoni dengan Rp 211,500 juta, dan ketiga atlet panahan Rahmat Sulistyawan dengan Rp 158,625 juta. Sedangkan di bagian pelatih Hendri Setiawan dan M Basri menerima tali asih terbesar dengan nominal masing-masing Rp 94 juta yang mendampingi atlet cabor balap sepeda.

Nilai bonus yang diberikan kepada atlet peraih medali emas PON untuk nomor perorangan sebesar Rp 150 juta, medali perak Rp 75 juta, dan medali perunggu Rp 37,5 juta. Sedangkan untuk nomor tim atau beregu dengan jumlah atlet dua orang masing-masing sebesar 75 persen dari bonus nomor perorangan baik untuk medali emas, perak maupun perunggu.

Adapun di nomor tim dengan jumlah atlet 3-4 atlet mendapatkan 50 persen dari bonus atlet perorangan. Kemudian tim dengan atlet 5-8 orang mendapat 30 persen, dan tim dengan jumlah atlet 9 orang atau lebih mendapatkan 20 persen. Berbeda dengan bonus yang diterima pelatih, menerima sekitar Rp 50 juta untuk tiap keping medali emas, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 15 juta.

Pengprov, KONI, dan Disdikpora DIJ juga memberikan tali asih kepada 412 mekanik, pelatih, maupun atlet yang belum berhasil menerima medali Rp 1 juta.

Gubernur sangat mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama di DIJ di gelaran empat tahunan itu. Baik untuk atlet yang membawa pulang medali maupun belum berhasil meraih prestasi terbaiknya. “Prestasi ini patut dicatat dan menjadi peristiwa penting, karena DIJ berhasil masuk 10 besar. Kami berharap di PON XX Papua 2020 nanti dapat ditingkatkan,” katanya.

Waktu empat tahun ke depan diharapkan menjadi waktu yang cukup untuk menempa diri. Pihaknya pun meminta kepada KONI provinsi dan kabupaten untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, menjaring atlet berbakat dan menggembleng dengan program yang terukur. “Seperti memperbanyak try out dan ikut pertandingan uji coba agar kemampuan dan pengalaman bisa meningkat. Yang tidak kalah penting adalah motivasi atlet untuk berprestasi tinggi dengan kerja keras,” imbuhnya.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi bagi olahragawan yang telah berjuang mengharumkan DIJ di kancah nasional. Ia pun mengatakan, para atlet untuk terus berlatih dan tidak cepat berpuas diri. “Sehingga bisa mengukir prestasi di tingkat internasional,” pesannya.(riz/din/mg1)