Lebih Dekat dengan Istri Cawali dan Cawawali Kota Jogja (4-Habis)

Ibu rumah tangga, pebisnis, dan anggota DPRD Kota Jogja. Itulah kesibukan Suryani saat ini. Aktivitasnya akan semakin padat jelang masa kampanye Pilwali 2017, lantaran sang suami Imam Priyono maju sebagai calon wali kota (cawali). Berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mendukung suaminya menjadi orang nomor satu di Pemkot Jogja.
HERU PRATOMO, Jogja

SELAMA menjadi anggota legislatif dan bermitra dengan Pemkot Jogja, Yani, sapaannya, menyadari ada beberapa hal di Kota Jogja yang belum sesuai.

DPRD Kota Jogja hanya bisa mendorong eksekutif untuk segera melaksanakan. Eksekusi utama tetap berada di tangan wali kota. Tetapi, lanjutnya, selama ini dirasa kurang tanggap. Maka ketika suami ingin maju, dia pun mendukung sepenuhnya. “Saya dukung sepenuhnya untuk memperbaiki Kota Jogja,” jelasnya ditemui Rabu (26/10) lalu.

Berstatus sebagai anggota DPRD Kota Jogja tidak akan memengaruhi sikap kritis Yani terhadap suaminya, Imam Priyono (IP). Termasuk jika nantinya terpilih menjadi Wali Kota Jogja. Dia menegaskan akan tetap kritis demi pembangunan Kota Jogja yang lebih baik.

“Tetap kritis, itu kan demi pembangunan Jogja yang lebih baik,” ujar perempuan kelahiran 2 Agustus itu.

Menurut dia, jika suaminya kelak menjadi wali kota akan lebih memudahkan dalam koordinasi maupun komunikasi. Jika ada isu-isu di dewan juga akan cepat dikonfirmasi. “Di rumah kalau ingin ngomong terkait rumor penting, beliau mau,” ujarnya sambil mencontohkan beberapa isu terkait eksekutif.

Meski diakuinya, IP jarang membawa masalah pekerjaan ke dalam rumah. Bahkan saat IP masih menjabat sebagai Direktur PDAM Tirtamarta Jogja, dia dilarang cawe-cawe. Padahal sebagai pemilik toko bangunan, beberapa hal bisa diambilkan dari tokonya. “Pipa, keran kan seharusnya biaa, tapi bapak melarang, tidak boleh menyentuh urusan pemerintahan,” kenangnya.

Sikap IP lainnya yang menarik, menurut Yani, adalah tidak rewel dalam urusan makan. Di sela kesibukannya, dia masih sempat memasak bagi IP maupun kedua putranya. Makanan favorit IP adalah sambal tempe dan pete goreng. “Sudah, kalau dimasakin itu, langsung habis,” tuturnya.

Tapi, jika tidak sempat, biasanya mereka akan makan di luar. Biasanya IP akan memilih menu soto. “Bapak suka asal kalau makan, tapi alhamdullilah selama ini belum pernah sakit,” lanjutnya.

Selain makan, familly time yang biasanya mereka lakukan bersama adalah nonton film dan jalan-jalan bersama. “Tapi untuk pergi bersama, saat ini makin jarang. Karena aktivitas yang padat,” ungkapnya.

Selain kesibukan IP dan Yani, anak yang pertama kuliah di Akuntansi UNY. Sedang anak keduanya kelas III SMP. “Ya disempat-sempatkan, mengajukan cuti, kalau tidak jarang ada waktu luangnya,” jelas Yani. (ila/mg1)