Operasi Mantap Praja Progo 2017 Sambut Pilkada

KULONPROGO – Kampanye partai politik selalu dianggap sebagai tahapan paling rawan dalam setiap perhelatan pesta demokrasi, baik pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah (pilkada), maupun pemilihan presiden.

Mengantisipasi potensi pelanggaran dalam pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Kulonprgo 2017, Polres Kulonprogo mengerahkan sedikitnya 700 personel. Polres juga memberikan pengamanan melekat kepada masing-masing pasangan calon.

Sesuai jadwal tahapan pilkada, masa kampanye digelar sejak Jumat (28/10) hingga 11 Februari 2017. Atau kurang lebih selama tiga bulan.

“Untuk pengamanan pilkada, kami juga dibantu TNI dan linmas,” ungkap Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi usai gelar pasukan Operasi Mantap Praja Progo 2017 di Alun-Alun Wates kemarin (26/10).

Demi menjamin keamanan dan keselamatan peserta pilkada, lanjut Nanang, tiap calon bupati maupun calon wakil bupati akan dikawal dua polisi. Nanang juga memerintahkan anggota Satlantas untuk melakukan pengawalan di jalan raya bagi setiap peserta pilkada saat bepergian. “Segala kemungkinan harus diantisipasi demi keselamatan calon. Meskipun kampanye terbuka hanya satu kali,” jelasnya.

Lebih lanjut Nanang menegaskan larangan konvoi dan pawai kendaraan saat kampanye terbuka. Hal itu demi mencegah potensi gesekan sosial, sekaligus menjaga ketertiban masyarakat. “Jika ada arak-arakan dan meresahkan masyarakat kami akan lakukan pembubaran paksa,” tegasnya.

Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono mengungkapkan, sukses pelaksanaan pilkada tak lepas dari sistem dan strategi pengamanan yang tepat. Untuk menciptakan suasana tetap kondusif. Seluruh personel dan sarana penunjangnya juga harus dipersiapkan secara optimal.

“Saya berharap pengamanan Pilbup 2017 ini berjalan baik sesuai rencana, tidak kecolongan oleh tindakan yang bisa mengganggu kamtibmas di Kulonprogo,” ungkapnya.

Ditambahkan, TNI/Polri diharapkan juga bisa mengamankan masyarakat secara keseluruhan selama pelaksanaan Pilbup.

Tidak terkecuali mengantisipasi teror, konflik internal parpol, hingga bentrok antarsimpatisan pasangan calon. Koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait juga tidak boleh diabaikan.

“Saya percaya jajaran Polres Kulonprogo mampu mengamankan pilbup dengan baik. Tak kalah penting, anggota kepolisan juga harus bisa menjaga netralitas,” tuturnya. (tom/mg1)