BANTUL – Puskesmas Banguntapan II, Bantul menjadi salah satu sasarn road show Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek kemarin (26/10).

Pusat layanan kesehatan yang terletak di samping Balai Desa Tamanan, Banguntapan ini menjadi prioritas kunjungan kerja menteri karena dinilai sukses mengajak masyarakat dalam penerapan pola preventif penanggulangan penyakit.

“Puskesmas ini bagus sekali. Preventifnya dilakukan,” puji Nila.

Dikatakan, saat ini telah terjadi pergeseran pola penanganan kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) cenderung memprioritaskan upaya preventif dan promotif. Upaya ini tidak sekadar menonjolkan inovasi fasilitas primer di setiap puskesmas. Lebih dari itu, harus mampu memberdayakan masyarakat untuk menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat. Caranya, dengan membentukan berbagai komunitas sehat.

Perubahan kebijakan peta kinerja Kemenkes ini bukan tanpa alasan. Membludaknya anggaran yang ditanggung pemerintah untuk mengkaver pasien pemegang kartu jaminan kesehatan nasional menjadi salah satu alasannya. “Sehat itu mahal. Jangan sakit deh!,” tegasnya.

Dianggap sukses, Puskesmas Banguntapan II juga ditunjuk sebagai tuan rumah launching program gerakan masyarakat sehat (Germas) pada 12 November mendatang. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir untuk meresmikan program ini.

Menurutnya, Kemenkes mengajukan beberapa puskesmas sebagai calon tempat launching program Germas. Namun, bagian protokolor kepresidenan meminta di Banguntapan.

Kendati baru diluncurkan bulan depan, Nila memastikan program Germas telah bergulir. Pusat layanan kesehatan di Indonesia telah memulai memberdayakan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Puskesmas Banguntapan II Sugondo tak jumawa dengan pujian yang dilontarkan Nila Moeloek. Menurutnya, program-program di lembaga yang dipimpinnya tak jauh berbeda dengan puskesmas lainnya. Sugondo tak menampik ada banyak komunitas sehat yang bermunculan di sekitar puskesmas. Salah satunya, ambulans desa.

Berbeda dengan puskesmas maupun rumah sakit, ambulans desa merupakan mobil pribadi warga. Tetapi, difungsikan untuk memfasilitasi warga. “Ambulans desa tersedia di setiap padukuhan,” ungkapnya.

Satu lagi “Saras Jiwa”. Adalah komunitas masyarakat sehat yang berkembang di Kelurahan Wirokerten. Komunitas ini konsen terhadap penderita gangguan jiwa. “Rutin lakukan pemeriksaan. Kalau ada temuan penderita langsung dirawat,” tutur Sugondo.(zam/yog/mg2)