Untuk Biaya Rapat Umum, Konsultansi, hingga Pembuatan Alat Peraga

JOGJA – KPU Kota Jogja membatasi dana kampanye setiap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota sebesar Rp 5,6 miliar. Sedangkan saldo awal dana kampanye Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017 ditentukan Rp 20 juta.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto mengatakan, penghitungan batasan penggunaan dana kampanye disesuaikan dengan standar harga barang dan jasa (SHBJ) di daerah. Dana kampanye bisa berasal dari berbagai sumber.

Di antaranya, sumbangan dari pasangan calon, partai politik, pihak ketiga, atau badan usaha. “Di akhir kampanye tiap pasangan calon harus menyampaikan laporan penggunaan dana kampanye. Nilai maksimalnya tentu tak boleh lebih dari Rp5,6 miliar,” jelasnya kemarin (26/10)

Wawan merinci, dana kampanye secara garis besar dibagi untuk tujuh kegiatan. Yakni, rapat umum maksimal Rp 229 juta,pertemuan terbatas Rp 1,4 miliar, pertemuan tatap muka Rp 800 juta, dan pembuatan bahan kampanye Rp 51 juta.

Sisanya untuk kegiatan jasa manajemen atau konsultan, penyebaran bahan kampanye dan pemasangan alat peraga kampanye. “Laporan penggunaan dana kampanye harus disampaikan secara rinci berapa nilai yang digunakan,” katanya.

Danang Rudiyatmoko, ketua tim pemenangan pasangan Imam Priyono-Achmad Fadli mengaku telah membuka rekening awal dana kampanye sesuai arahan KPU. “Modal awal kami Rp 20 juta,” ungkapnya. Hingga kemarin belum ada sumbangan dari donatur atau simpatisan partai. “Prinsip kami gotong royong dan kebersamaan,” lanjutnya.

Tak ada persoalan megnenai batasan dana kampanye yang ditetapkan KPU Jogja. Danang berkomitmen menaati ketentuan yang sudah disepakati bersama tim pasangan lainnya. Meskipun nilai Rp 5,6 miliar tergolong sangat kecil untuk sebuah pesta pemilihan kepala daerah. “Nanti kami lakukan efisiensi dalam jenis kegiatan dan penggunaan dananya,” kata Danang.

Sementara Muhammad Sofyan, ketua steering committee (SC) tim pemenangan pasangan Haryadi Suyuti – Heroe Poerwadi menyatakan, penetapan batasan dana kampanye sudah dihitung berdasarkan kondisi di daerah. “Kami ikuti saja ketentuannya. Saya kira itu sudah disesuaikan dengan kondisi daerah,” ucapnya.

Sofyan juga menyiapkan modal awal Rp 20 juta di rekening dana kampanye. (pra/yog/mg1)