Bonus Atlet Peparnas Akan Proporsional dengan Atlet PON

JOGJA – Pahlawan-pahlawan olahraga DIJ yang tergabung dalam kontingen Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV-2016 tiba kembali di Jogja, kemarin (25/10). Kebanggaan dan rasa puas terpancar dari duta-duta olahraga para penyandang disabilitas ini. Mereka mampu mengukir prestasi gemilang dengan menempati ranking 9 dengan koleksi 15 emas, 16 perak, dan 30 perunggu di ajang empat tahunan ini.

Kedatangan mereka disambut secara khusus di Stasiun Tugu. Turut menyambut, di antaranya, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda DIJ Sulistyo, dan Kepala BPO DIJ Edy Wahyudi. Kepada anggota kontingen Peparnas DIJ, Sulistyo memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet, pelatih, pendamping atlet dan para ofisial tim. “Anda semua telah membanggakan dan membawa nama baik serta mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Senada disampaikan Kepala BPO Edy Wahyudi. Edy yang sempat memberikan dukungan kepada para atlet di Bandung mengaku terharu sekaligus bangga dengan perjuangan para atlet. “Saya tahu sendiri bagaimana perjuangan mereka di Bandung. Mulai persiapan sampai dengan pertandingan di lapangan. Semua dilakukan dengan penuh perjuangan,” ujarnya.

Atas dasar itu, pemerintah akan memberikan apresiasi dan penghargaan. Sama seperti atlet-atlet yang berjuang di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016 lalu, para atlet peraih medali di Peparnas 2016 dipastikan juga akan mendapatkan bonus dari pemerintah. “Namun besaranya kami belum bisa menentukan. Kami akan melobi pemerintah. Harapan kami bisa memuaskan dan proporsional dengan atlet-atlet PON,” janjinya.

Berkaca dari Peparnas XIV-2012 silam yang hanya 30 persen dari besaran bonus atlet PON, Edy berharap pada tahun ini nilai bonus akan lebih besar lagi. Tidak hanya 30 persen, tetapi proporsional dan lebih tinggi lagi.

Memaksimalkan Pembinaan dari SLB-SLB

Kepala BPO DIJ Edy Wahyudi juga menyinggung tentang rencana pola pembinaan atlet penyandang disabilitas yang diharapkan akan menjadi kekuatan DIJ di masa depan. Ini harus dilakukan karena pertimbangan atlet-atlet yang ada saat ini memerlukan regenerasi dan penerus.

“Kami akan memaksimalkan pembinaan dari SLB-SLB,” ujarnya. Pembinaan dan pembibitan itu akan dilakukan lewat Pekan Olahraga Pelajar Penyandang Disabilitas. Dari ajang ini diharapkan akan lahir atlet-atlet yang berkualitas.

Selanjutnya, BPO akan bekerjasama dengan National Paralympic Committee (NPC) DIJ agar para atlet ini dibina dan ditingkatkan kemampuannya. “Kami juga akan melakukan Peparda untuk menjaring atlet,” tambahnya.

Ya, para atlet DIJ yang berlaga di Peparnas XV-2016 sebagian besar merupakan muka-muka lama dan membutuhkan penerus. Banyak di antara mereka adalah anggota kontingen DIJ yang berlaga di Peparnas XIV-2012 Riau lalu. “Memang mendesak untuk mencari penerus mereka agar konsistensi untuk mendapatkan medali bisa terjaga,” kata Ketua Kontingen Peparnas DIJ Rumpis Agus Sudarko.

Nama-nama peraih medali emas seperti Ninik Umardiyani, Tuwariyah, dan Astutiningsih (panahan), Ndaru Patma Putri, Ditem, dan Suwardi (tenis kursi roda), adalah atlet-atlet yang juga berlaga di Riau lalu.

Pada Peparnas XVI- 2020 mendatang di Papua, mereka tentu masih bisa berharap bisa berlaga. Namun, mereka juga membutuhkan penerus. Cabor-cabor lainnya, DIJ masih perlu untuk meningkatkan kualitas atletnya, karena saat ini belum bisa bersaing. Atletik, renang, bulutangkis harus meningkatkan diri agar bisa bersaing. (din/laz/mg1)