JOGJA-Kontes robotik milik Taman Pintar (Tampin) Jogja mulai menasional. Kontes khusus pelajar yang bertajuk Kontes Robot Pintar Yogyakarta (KRPY) itu mampu menarik peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya, Bekasi, Jakarta, dan daerah lain. Mereka mengirimkan tim untuk KRPY ke sembilan ini.

Kepala Kantor Taman Pintar Kota Jogja Yunianto Dwisutono menjelaskan, kontes yang berlangsung tiga hari, rutin digelar tiap tahun. Ke depan, KRPY bisa menjadi salah satu even nasional.

“Bahkan dunia. Saat ini saja sudah ada 212 tim dari berbagai daerah yang mengikuti. Target kami bisa berkembang. Gaungnya bisa sampai luar,” jelas pria yang akrab disapa Yuni.

Ia menegaskan, pemenang dari KRPY ini tak hanya mendapatkan penghargaan. Nantinya, jika menang, pihaknya akan mengirimkan peserta itu ke even yang lebih besar.

“Ini kan memang ajang ya bisa dibilang bergengsi,” katanya.

Penyelenggaraan KRPY ini mengambil tempat di Phytagoras Hall, Gedung Kotak lantai 1 Taman Pintar. Antusiasme pelajar dalam mengikuti KRPY sangat terasa dengan meningkatnya jumlah peserta tahun ini sebanyak 212 tim (1 tim terdiri dari 3 siswa dan 1 guru pembimbing), dari peserta tahun lalu yang berjumlah 211 tim.

Untuk KRPY tahun ini melombakan lima kategori. Kategori A atau Senior ini melombakan robot beroda peniti garia atau line follower. Kategori ini diikuti oleh 80 tim SMA sederajat.

Kategori kedua, untuk yunior diikuti oleh 43 tim, menandingkan robot beroda penjejak cahaya (light surveillance robot). Juga robot ini bisa berfungsi sebagai pemadam api dengan konstruksi manual tanpa mikrokontroler. Ini khusus bagi peserta pelajar SMP atau sederajat.

Kategori C (expert), diikuti oleh 20 tim, menandingkan robot beroda peniti garis (line follower robot). Konstruksi menggunakan mikrokontroler yang diprogram untuk menyusuri labirin (maze) dengan beberapa tantangan di dalamnya untuk pelajar SMA/SMK sederajat. Kategori ini juga dibuka bagi pelajar SMP atau sederajat, dengan syarat telah terdaftar menjadi peserta di Kategori B yunior).

Kategori D, umum, diikuti oleh 28 tim, menandingkan robot beroda kendali cahaya dengan sistem saling dorong antar robot hingga keluar arena. Pada tahun ini, Kategori D juga membuka peluang bagi pelajar SD atau sederajat untuk mengikutinya, diluar aturan peserta tahun lalu, pelajar SMP dan SMA/K atau sederajat.

Terakhir, kategori E, untuk pelajar D, diikuti oleh 41 tim. Ini menandingkan robot yang diperintah melalui sebuah pengendali jarak jauh untuk mengumpulkan bola ping-pong bertanda yang sesuai dengan soal perhitungan tertentu.

Ditambahkan Kepala Seksi Pengembangan Keprograman Krismono Adji, selain kontes, peserta juga mendapatkan pelatihan Robotik pada 8 Agustus 2016 – 18 Oktober 2016. Kemudian, uji lintasan dilakukan pada 19 Oktober – 20 Oktober. Terakhir, robot hasil karya peserta dipresentasikan di hadapan Dewan Juri pada 20 Oktober 2016.

“Semoga ke depan, akan lebih banyak lagi. Sehingga, bisa menjadi inspirasi bagi anak muda maupun penggerak ekonomi,” tandas Krismono Adji. (eri/dem)