Muhamad Junaedi saat mengisi acara seminar bertema ‘Socio Technology Future Leader, Online Fundraising For Campus Issues di UMY. (Foto: Humas UMY For Radar Jogja Online)
JOGJA – Mahasiswa diminta cerdas dalam memanfaatkan media sosial. Sebab, media sosial bukan hanya memberikan efek positif kepada penggunanya tapi dapat pula memberikan perubahan bagi masyarakat. Setidaknya ini lah yang dialami Muhamad Junaedi selaku koordinator kampus kitabisa.com, Irvandias Sanjaya selaku pendiri Hipwee komunitas Yogyakarta, serta Satria Ade selaku pendiri Indonesia Bisa.

Mereka berbagi pengalaman kepada para mahasiswa UMY dalam seminar bertemakan ‘Socio Technology Future Leader, Online Fundraising For Campus Issues.

Menurut Junaedi, Indonesia memiliki banyak orang baik, namun masih sedikit situs yang menjembatani orang-orang baik tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kita bisa menggunakan media sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti menciptakan kotak amal virtual atau penggalangan dana. Jika kita mampu memanfaatkannya, ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Junaedi di UMY, Selasa (25/10).

Junaedi menambahkan, situs non profit yang dikelolanya tersebut merupakan salah satu pemanfaatan jejaring sosial dengan cara menggalang dana bagi masyarakat yang membutuhkan. Situs yang dikelola tersebut menjadi salah satu situs penggerak perubahan. Dalam mengelola penggalangan dana secara online diperlukan beberapa langkah yang perlu diperhatikan.

“Tips awal yang diperhatikan yaitu melalui peer funding. Faktanya dalam melakukan pendanaan 80 persen donasi datang dari lingkungan terdekat. Buat list 100 teman yang berpotensi menjadi donatur, serta dalam penggalangan dana melalui media online harus melalui pesan pribadi, bukan via broadcast. Jika melalui broadcast akan dengan mudahnya diubah informasinya dan disalahgunakan oleh orang lain,” paparnya.

Disisi lain, Irvandias Sanjaya mengatakan, kekuatan pemuda untuk mengubah masyarakat yaitu melalui ide. Dalam merealisasikan ide tersebut Irvandias melanjutkan, dapat dilakukan melalui pemanfaatan media sosial.

“Dalam merealisasikan ide sebagai gerakan nyata, maka diperlukan jaringan, waktu, idealisme, dan uang. Uang ini menjadi salah satu hambatan dalam merealisasikan ide. Dan kita bisa mencari bantuan melalui galangan dana untuk merealisasikan ide, yang tentunya memberikan manfaat kepada orang lain. Jika ide tidak segera terealisasikan, ide akan luntur ketika sudah masuk di dunia kerja,” paparnya.

Pada pembicara terakhir, Satria Ade mengungkapkan bahwa dalam merealisasikan ide-ide yang berguna bagi masyarakat luas, tidak bisa dilakukan sendiri. Dalam ungkapannya, banyak orang-orang baik di dunia ini, namun masih kurang wadah untuk menghubungkan orang-orang baik tersebut.

“Orang baik itu banyak. Dengan memberikan wadah berbagai kegiatan positif, seperti memanfaatkan media sosial yang bisa saling bahu membahu satu sama lain, akan memberikan dampak positif. Meskipun dalam melakukan aksi sosial mudah, yang menjadi susah adalah konsistensi yang bermanfaat bagi mereka,” ujarnya. (ama/hes)