BANTUL – Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Perssu Super Madura yang rencana digelar Sabtu (29/10) mendatang terancam batal. Ini menyusul belum turunnya izin dari kepolisian terkait pertandingan itu. Manajemen dan panpel PSIM telah mencoba melakukan pendekatan dengan Polres Bantul agar laga dapat digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Sebelumnya Polres Bantul melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Dhanang Bagus Anggoro sempat menyebut, menyusul ricuh sesama suporter PSIM saat menjamu PSCS Cilacap, Sabtu (15/10) lalu, polisi akan mempertimbangkan pemberian izin pertandingan bagi PSIM. Sebab ricuh suporter jadi perhatian pimpinan daerah dan kepolisian di Bantul.

Sedangkan Ketua Panpel PSIM Brustam Iswanto mengatakan, sampai Rabu (26/10) kemarin izin dari polisi belum terbit. Padahal panpel telah melakukan pengajuan dan pendekatan sepekan sebelumnya. “Pada prinsipnya tidak ada izin pertandingan di SSA (Stadion Sultan Agung). Namun akan terus kami usahakan,” ujarnya singkat, usai berkoordinasi dengan jajaran Polres Bantul, kemarin siang (26/10).

Ditanya mengenai alasan tidak dikeluarkannya izin pertandingan, Brustam tidak memberikan penjelasan lebih jauh. Dia hanya mengaku pihak manajemen masih akan berusaha untuk melakukan lobi supaya izin dikeluarkan, sehingga pertandingan tetap bisa dilaksanakan di Stadion Sultan Agung.

Di sisi lain, Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru mengatakan, pembicaraan antara manajemen dan kepolisian memang masih alot dan belum mencapai titik temu. Namun manajemen akan terus berusaha dan mengupayakan laga bisa dilangsungkan. “Kami dari panpel dan manajemen sudah berusaha melakukan pendekatan dengan Kapolres Bantul. Namun memang belum ada kesepakatan,” ujarnya.

Damar mengatakan, Jumat (28/10) besok dijadwalkan kedua tim harus melakukan latihan dan sudah mencoba lapangan. Ia sangat berharap izin pertandingan bisa segera keluar. “Kami akan berupaya dan mudah-mudahan besok (hari ini, Red) atau paling lambat lusa (28/10) sudah ada titik terang mengenai pertandingan PSIM,” ungkapnya.

Jika pertandingan ke-4 fase grup 16 besar itu tidak mendapat izin kepolisian dan urung digelar, maka akan menjadi kerugian kedua bagi Laskar Mataram. Sebab, sebelumnya PT GTS sebagai operator kompetisi telah memberikan sanksi denda Rp 15 juta terkait bentrok sesama pendukung PSIM itu. (riz/laz/ong)