BABAK BARU pertarungan Pilbup Kulonprogo dimulai. Seruan jargon kedua pasangan calon yakni Zuhad-Irinai (Hadir) dan Sahabat Hasto-Tedjo (Sehat) mewarnai prosesi pengambilan nomor urut kemarin.

Prosesi pengundian nomor urut paslon berjalan lancar. Beberapa celetukan dan seloroh yang terlontar dari masing-masing paslon juga mampu mencairkan suasana. Salah satunya celetukan calon wakil bupati Iriani Pramastuti yang menyentil kumis paslon Hasto-Tedjo yang sempat mengundang gelak tawa semua yang hadir dalam pengundian nomor urut. “Saya suka dengan kumis Pak Hasto dan Pak Tedjo,” celetuk Iriani yang disambut gerrr tawa tamu yang datang di KPU Kabupaten Kulonprogo.

Celetukan Iriani pun dibalas dengan lembut oleh Sutedjo, saat mendapat giliran berpidato. “Jika tadi bu Iriani menyatakan suka dengan kumis kami, maka masyarakat tentunya juga akan suka dengan kumis kami,” seloroh Sutedjo disambut gelak tawa para tamu.

Berdasarkan hasil pengundian, Zuhad-Iriani memperoleh nomor urut satu. Sedangkan Hasto-Tedjo mendapatkan nomor urut dua. Kedua belah pihak sama-sama sreg dengan hasil itu, mereka juga sama-sama optimistis nomor yang didapat membawa peluang bagus terhadap hasil pemilihan nantinya. “Kami mendapat nomor urut satu. Alhamdulillah ini menjadi tanda baik,” ucap Zuhadmono.

Calon Bupati Hasto Wardoyo juga tak kalah optimistis, menurutnya, nomor urut dua juga menjadi angka keberuntungan. Calon petahana ini meyakini, nomor dua menjadi tanda bahwa pasangan tersebut akan kembali mendapat kepercayaan masyarakat Kulonprogo.

“Semoga kami dipercaya kembali memimpin Kulonprogo untuk yang kedua kalinya. Saya sangat bersyukur dengan nomor keberuntungan ini. Tentunya kami juga akan taat terhadap aturan, kampanye damai tanpa provokasi,” ujar Hasto.

Ketua KPU Kabupaten Kulonprogo Muh Isnaini menegaskan, setelah tahapan penetapan dan pengundian nomor urut paslon, tahapan berikutnya memasuki masa kampanye. Tahapan kampanye sudah diatur dalam PKPU, lanjutnya, KPU mempersilakan masing-masing paslon dan tim sukses untuk kampanye dalam bentuk pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog. Serta kegiatan kampanye lain sepanjang tidak melanggar aturan.

Masa kampanye yang cukup panjang ini cukup berpotensi terjadi gesekan dan persaingan di tengah masyarakat. Dengan itu diperlukan kedewasaan, kemauan, dan kesadaran bersama dari semua pihak untuk mewujudkan pilkada berintegritas, jujur, dan adil.

Ketua Desk Pilkada Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi mengimbau, semua paslon dan tim sukses bisa ikut menjaga kondusivitas. “Hindari pelanggaran sekecil apapun, semua kandidat harus siap menang dan siap kalah, yang menang jangan umuk (sombong), yang kalah jangan ngamuk (marah),” ucapnya.

Harapan senada juga disampaikan Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono. Deklarasi Pilkada damai sangat penting. Melalui pemilihan ini, lanjutnya, semua menginginkan lahirnya pemimpin yang berintegritas. (tom/ila/mg1)