GUNUNGKIDUL – Kasus perkelahian antara dua kelompok pemuda memasuki babak baru. Polisi Polres Gunungkidul menetapkan dua remaja warga Bantul, A, 17; dan F, 17 sebagai tersangka.

Meskipun dijadikan tersangka, keduanya tidak ditahan. Salah satu alasannya, keduanya masih remaja di bawah umur. Namun begitu, penyidikan polisi jalan terus.

Panit Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino mengatakan penetapan sebagai tersangka tersebut setelah keduanya menjalani pemeriksaan maraton.

Dijelaskan Ngadino, karena kedua tersangka masih di bawah umur maka hak-hak sebagai anak tidak boleh diabaikan. Hak-hak kedua tersangka termuat dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak. Meski demikian proses penyidikan jalan terus.

“Namun kami belum bisa memaparkan peran masing-masing tersangka penganiayaan ini,” ujar Ngadino.

Menurut dia, nama kedua tersangka itu muncul setelah petugas mengorek keterangan dari dua kelompok pemuda yang terlibat keributan. ‘’Dua orang itu kami duga sebagai pelaku pengaiayaan terhadap empat orang dari kelompok pemuda berbeda,” kata Ngadino.

Bentrok kedua kelompok pemuda tersebut terjadi Minggu (23/10) lalu. Berawal dari pertemuan dua kelompok dari beda arah, satu menuju dan pulang dari Pantai Sadranan, Sidoarjo, Tepus.

Saat berpapasan, mereka saling mengejek dengan menaikkan roda depan motornya. Puncaknya, motor tersebut menabrak motor kelompok pemuda lain. Lalu terjadi aksi penganiayaan mengakibatkan empat korban terluka. Dua kelompok tersebut berasal dari Bantul. (gun/iwa/mg2)