Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Terbitkan Bulan Sabit
Mendorong anak unjuk prestasi, guru dituntut mampu memberikan teladan kepada siswa. Demikian yang mengemuka dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MGMP) tingkat SMA Kabupaten Purworejo. Bagaimana caranya?

BUDI AGUNG, Purworejo
Bidang kepenulisan menjadi hal terdekat dengan guru Bahasa Indonesia. Beragam karya bisa ditunjukkan baik penulisan ilmiah, artikel/opini, cerpen ataupun puisi. Hanya saja, keberadaanya masih minim dan perlu pelecut agar guru makin produktif.

Banyak pilihan produk cetak maupun online ditawarkan sebagai ruang ekspresi publik bagi guru. Tinggal kemauan dan kemampuan guru untuk berpikir dan menumpahkannya dalam tulisan.

Ruang itulah yang dimanfaatkan guru-guru Bahasa Indonesia tingkat SMA yang berjumlah 53 orang dan bernaung dalam MGMP Bahasa Indonesia Purworejo. Memberikan pengajaran Bahasa Indonesia, mereka tidak sekadar dituntut pintar mengajar, namun juga menulis.

Sebagai tahap awal, usai reorganisasi MGMP di awal tahun ini, mereka memanfaatkan Oktober sebagai Bulan Bahasa untuk muncul. Hasilnya sebuah buku setebal 61 halaman ditampilkan ke publik. Bertajuk Bulan Sabit, buku ini memuat puisi karya-karya guru Bahasa Indonesia di Purworejo.

Sebelum melangkah ke sana, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Sunardi meminta anggotanya untuk berkarya. Hasilnya, puluhan judul puisi terkumpul dan siap masuk meja editing.

“Ternyata mereka memiliki kemampuan dan layak publikasi. Dengan dana gotong royong kami munculkan antologi ini. Memang belum sempurna, akan kami lengkapi dengan berbagai pengantar dari beberapa pihak seperti kepala dinas, MKKS dan sastrawan Purworejo serta dari Fakultas Ilmu Budaya UGM,” kata Sunardi saat dilakukan Workshop Penulisan Cerpen dan Puisi di SMAN 10 Purworejo, kemarin (25/10).

Adanya karya ini diharapkan bisa dijadikan contoh dan teladan dari guru untuk siswa. Anak akan mudah diberikan pemahaman dan didorong prestasinya agar bisa memunculkan karya menarik. “Jadi guru tidak hanya mendorong-dorong saja tanpa mereka bisa menunjukkan karyanya,” tambah Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Purworejo ini.

Selain menerbitkan antologi puisi, dalam Bulan Bahasa ini digelar lomba cipta puisi dan cerpen yang diperuntukkan bagi siswa. Tercatat ada 19 cerpen dan 54 puisi yang harus dinilai dewan juri.

“Juri hanya kami berikan karya dan nomor peserta, tanpa mereka mengetahui asal sekolah. Hasilnya luar biasa, karena hasil terbaik tidak didominasi sekolah yang ada di kota. Sebagai contoh juara cerpennya dari SMAN 10 yang berada jauh di pinggiran kota,” ungkap Sunardi didampingi Sekretaris MGMP Bahasa Indonesia Yuni Raraswati.

Penyerahan hadiah dilakukan saat workhshop bahasa yang digelar di SMAN 10 Purworejo dengan menghadirkan akademisi dari FIB UGM. Selain memberikan pelatihan menulis puisi dan cerpen kepada guru, kegiatan ini juga diikuti perwakilan SMA yang ada di Purworejo. (laz/mg2)