Suharsono Ambil Sikap Tegas Toko Modern Ngeyel
BANTUL – Bupati Bantul Suharsono akhirnya angkat bicara mengenai toko modern berjejaring di Jalan Wates KM 13, yang nekat beroperasi meski dua kali disegel aparat Satpol PP.

Orang nomor satu di Bumi Projotamansari ini menyesalkan sikap ngeyel yang ditunjukkan manajemen Alfamart yang terletak di Dusun Tonalan Argosari, Sedayu itu.

“Sekarang buka lagi? Tak kon nutup maneh nanti,” tegas Suharsono dengan nada tinggi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (24/10).

Suharsono berang dengan ulah manajemen Alfamart. Apalagi, penutupan paksa kali kedua Jumat (21/10) malam lalu atas intruksinya. Kini, bupati tak ingin hanya sekadar menutup took berjejaring itu. Pensiunan polisi itu menginstruksikan Satpol PP memasang gembok di pintunya. Agar manajemen tak bisa membuka took lagi. “Nek ijeh ngeyel (Satpol PP) tak kon tuku gembok karo rantai anjing sing gede. Mben ora iso digraji. Mengko duite tak nehi,” ketusnya.

Ditegaskan, pemkab tak melarang adanya investasi dalam bentuk apapun. Hanya, para pelaku usaha harus mematuhi aturan main yang berlaku di Bantul. Termasuk kelengkapan dokumen perizinan. Itulah alasan pemkab bakal tegas menindak toko-toko modern tak berizin.

“Kalau nggak ada izinnya, ya, harus ditutup,” tandasnya.

Suharsono tak menampik memberi peluang investor mendirikan toko modern baru di wilayah perbatasan atau di pinggir jalan nasional. Tetapi, hal itu menunggu hasil perubahan Perda No. 17/2012 tentang Pengelolaan Pasar Tradisional. Itupun jika usulan pendirian di dua zonasi tersebut diakomodasi oleh semua pihak dan masuk sebagai materi peraturan daerah.

“Suatu saat memang boleh. Tapi, aturannya, kan, belum ada,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji menyatakan, sedianya berencana memanggil manajemen toko modern berjejaring kemarin. Hanya, manajemen meminta jadwal pemanggilan diundur hari ini.

“Yang bersangkutan mengaku sedang berada di Magelang hari ini,” ucapnya.

Dikatakan, Satpol PP bakal melayangkan surat panggilan ulang andai manajemen toko modern berjejaring kembali mangkir.Lebih dari itu, Satpol PP bakal meminta bantuan koordinator pengawas (korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Agar manajemen bisa dijemput paksa di rumahnya.

“Pemberkasan juga akan diawasi korwas,” tuturnya.(zam/yog/mg1)

Laporkan Manajemen Alfamart ke Polres Sleman
LANGKAH taktis ditempuh Satpol PP Sleman menghadapi kasus serupa. Habis kesabaran menghadapi Alfamart bandel, Satpol PP melaporkan manajemen tiga toko modern ke Polres Sleman. Masing-masing Alfamart di Jalan Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Alfamart Nologaten, dan Alfamart Maguwoharjo.

Sama dengan kasus Alfamart Jalan Wates KM 13, ketiga toko waralaba itu telah disegel Satpol PP Sleman sebanyak dua kali. Namun tetap nekat beroperasi. Padahal, ketiga toko tersebut tidak mengantongi izin.

Kasi Penegakan Perda Rusdi Rais menegaskan, merusak segel melanggar pasal 232 KUHP. “Ini jelas tindak pelanggaran pidana,” ujarnya.

Pihak terlapor adalah manajemen Alfamart. Meskipun orang yang mencopot segel adalah karyawan toko. “Karyawan pasti disuruh manajemen. Padahal, saat sudah kami ingatkan saat penyegelan kalau membuka segel melanggar pidana,” sesalnya.

Selain tak berizin, toko-toko tersebut melanggar ketentuan jarak minimal dari pasar tradisional. Yakni, seribu meter. Hal itu diatur dalam Perda Sleman No. 18 Tahun 2012. “Awal sosilisasi kami minta mereka menutup sendiri. Beberapa ada manut. Hanya tiga toko itu yang ngeyel,” bebernya. (dwi/yog/mg1)