JOGJA – Masih ingat dengan bencana banjir yang menimpa Kulonprogo dan Purworejo beberapa waktu lalu. Banjir tersebut berdampak langsung terhadap akses kendaraan. Jalan Jogja-Purworejo terputus karena adanya genangan air. Kondisi serupa bisa saja kembali terjadi. Terlebih, saat ini curah hujan juga tak menentu.

Antisipasi putusnya akses kendaraan sehingga menghambat warga untuk berobat, PT KAI Indonesia meluncurkan Rail Clinic. Itu adalah kereta kesehatan yang bisa mengakses daerah-daerah terpencil yang tak terjangkau kendaraan bermotor tapi, memiliki lintasan kereta api. Ke depan Rail Clinic bisa menjadi pengganti Puskesmas Keliling.

“Pada 2017, ditargetkan empat unit Rail Clinic beroperasi di Pulau Jawa, Sumsel, dan Sumut. Rinciannya, dua rangkaian kereta di Pulau Jawa dan selebihnya di Sumsel dan Sumut,” ujar Kepala Balai Yasa Jogjakarta Eko Purwanto, kemarin (24/10).

Eko menjelaskan, saat ini PT KAI baru memiliki satu rangkaian kereta kesehatan. Itu sudah mengelilingi 13 wilayah di Jawa, antara lain Jakarta, Jogja, dan Cirebon. “Kereta kesehatan dengan dua kereta ini dilengkapi ruang pemeriksaan kesehatan umum,” katanya.

Kereta kesehatan, lanjut dia, juga dilengkapi untuk pemeriksaan gigi, poli mata, pemeriksaan ibu hamil, dan tempat pengambilan obat. Penyuluhan kesehatan seperti cara menggosok gigi yang benar kepada anak-anak setempat juga menjadi agenda kereta tersebut.

Sebanyak 20 paramedis, satu dokter gigi, dan empat dokter umum disiapkan untuk melayani warga setempat. Pelayanan kesehatan ini bersifat gratis.

Kereta yang memanfaatkan jalur KA yang ada itu diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang daerahnya sulit ditembus kendaraan bermotor. “Di Sumatera, misalnya, masih banyak daerah yang sulit dijangkau motor atau mobil,” tambah Kepala Bagian Humas Daerah Operasional VI Eko Budiyanto.

Eko Budiyanto menjelaskan, Rail Clinic merupakan bentuk kepedulian PT KAI terhadap warga, khususnya di bidang kesehatan. Bahkan, dalam keadaan darurat seperti bencana, Rail Clinic siap beroperasi di daerah bencana yang ada jalur KA. “Saat bencana banjir bandang Garut, kami mengirim Rail Clinic,” katanya. (eri/ila/mg1)