Pelaku Pembakaran dan Perusakan Bangunan Usai Pilurdes
BANTUL – Aksi pembakaran dan perusakan kios warung bakso dan mi ayam milik Tuyono, warga Dodogan, Jatimulyo, Dlingo, Minggu (23/10) lalu terus bergulir. Kemarin (24/10), Polres Bantul menetapkan 21 tersangka dalam perkara kerusuhan akibat pemilihan lurah desa (pilurdes) di Jatimulyo ini.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan, ada 24 warga Pedukuhan Dodogan, Jatimulyo yang diperiksa intensif dalam perkara ini. Dari jumlah itu, 21 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun tiga lainnya masih sebagai saksi karena masih di bawah umur. Kendati begitu, terbuka kemungkinan status ketiga pelaku ini juga bakal menjadi tersangka.

“Menunggu pendampingan dari Balai Pemasyarakatan,” jelas Anggaito kemarin.

Penetapan tersangka ini merujuk hasil gelar perkara yang dilakukan kemarin pagi. Menurut Anggaito, penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton usai insiden pembakaran dan perusakan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar puluhan pemuda yang diduga sebagai pelaku. Lebih dari itu, tokoh masyarakat seperti Dukuh Dodogan juga tak luput dari pemeriksaan.

“Tadi malam 24 warga Dodogan langsung kami bawa ke Polres,” ucapnya.

Dari pemeriksaan, diketahui aksi pembakaran dan perusakan ini karena buntut kekecewaan. Para pelaku menuding kekalahan Puryanto (calon lurah nomor urut satu) yang mereka dukung karena ada warga Dodogan yang berkhianat. Mereka curiga Tuyono yang notabene warga Dodogan berkhianat dengan memberikan dukungan kepada calon lain. Sehingga mereka melampiaskan kekecewaan itu dengan merusak warung milik Tuyono.

Selain itu, melalui aksi anarkistis ini puluhan pelaku ingin menunjukkan loyalitas kepada calon yang diusung. Walaupun calon lurah mereka kalah selisih dengan 42 suara. “Mereka ingin menunjukkan eksistensinya,” ungkapnya.

Puluhan pelaku pembakaran dan perusakan ini dijerat dengan dua pasal sekaligus. Yakni, Pasal 187 KUHP junto Pasal 170 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kendati begitu, polisi masih mempertimbangkan penahanan mereka. Kepolisian tidak ingin ada gejolak di masyarakat dengan penahanan 21 pelaku ini.

Anggaito menambahkan, Polres masih menyiagakan puluhan personel di Dlingo. Itu bertujuan mengantisipasi potensi terjadinya aksi anarkis susulan.

Terpisah, Bupati Bantul Suharsono mengimbau seluruh warga Bantul tidak mudah terpancing dengan berbagai provokasi usai pilurdes. Bupati juga mengajak calon lurah yang menang mampu menggandeng dan mengayomi seluruh pihak.

“Seng menang ojo jumowo. Sing kalah yo kudu iso legowo,” pintanya.

Terkait kerusuhan pasca-pilurdes Jatimulyo, Suharsono melihat sebagai bentuk ekspresi kekecewaan sesaat. Suharsono meyakini situasi bakal segera kondusif. “Secara kesuluruhan sudah kembali normal,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, puluhan massa membakar dan merusak tiga bangunan warung milik Tuyono, Minggu (23/10) lalu. Aksi anarkistis ini terjadi usai proses penghitungan suara pilurdes selesai. Aksi anarkistis ini sebagai buntut kekecewaan massa lantaran calon yang mereka usung kalah.

Didominasi Wajah Baru
Gelaran pilurdes telah usai. Ada 22 calon lurah terpilih yang siap memimpin kelurahan masing-masing dalam enam tahun ke depan. Kendati begitu, dari 22 calon lurah terpilih ini didominasi wajah-wajah baru. Calon lurah petahana dapat dihitung dengan jari.

Di antara calon petahana yang mendapatkan kepercayaan untuk kali kedua adalah Edy Murjita. Di pilurdes Sidomulyo, Bambanglipuro suami Kabag Umum Setda Bantul Reni Mariastuti ini memeroleh dukungan 5.481 suara. Dia mengalahkan tiga calon lurah lainnya.

Masih di Bambanglipuro, Ani Widayani juga kembali memperoleh mandat memimpin Sumbermulyo untuk kali kedua.

Perempuan berjilbab ini memeroleh suara 4.983 suara. Perolehan suaranya unggul telak atas empat calon lurah lainnya. Begitu pula dengan calon lurah terpilih Wukirsari, Imogiri Bayu Bintoro. Calon lurah terpilih petahana ini menang telak atas empat kontestan lainnya dengan perolehan 4.972 suara.

Ketua Komisi A DPRD Bantul Amir Syarifudin menegaskan, tidak ada potensi sengketa dengan hasil pilurdes. Dengan begitu, ke-22 calon lurah terpilih ini dapat segera dilantik.

“Memang harus segera. Karena lamanya kekosongan jabatan lurah bisa mengganggu program desa,” jelas Amir saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (24/10).

Terkait kerusuhan di Jatimulyo, politikus PKS ini menilai, hal tersebut sebagai salah satu warna-warni dalam kehidupan berdemokrasi. Begitu pula dengan ketegangan di Trimulyo, Jetis dan di Argomulyo, Sedayu. Kendati begitu, Amir memastikan situasi di akar rumput berangsur kembali normal.

Kasubbag Kekayaan Bagian Pemerintah Desa Setda Bantul Nanang Mujiyanto menambahkan, pelantikan 22 calon lurah terpilih dalam waktu dekat ini. Rencananya, tanggal 5 November mendatang. “Bila tidak ada perubahan tempat pelantikan di Kompleks Parasamya,” jelasnya (zam/ila/mg1)