SLEMAN – Bau busuk menyeruak di sekitar tempat ditemukan mayat di sebuah tempat kost di RT 16 RW 25 Gang Timor-Tomor, Plemburan, Sariharjo, Ngagglik, Sleman kemarin. Diduga jasad dengan identitas Afik Sapto Nugroho,23, sudah berada di kamar itu lebih dari tiga hari.

Saat ditemukan, posisi jasad menggantung di sebuah pintu kamar mandi dengan menggunakan kain sarung. Sementara tubuh korban, tampak sudah menghitam dan mengalami pembusukan.

Kapolsek Ngaglik Kompol Riyanto menyebut, dugaan sementara pelaku mengakhiri hidup dengan gantung diri. Dari tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan.

“Kontak terakhir dengan orang terdekat Sabtu (22/10),” jelas Riyanto di lokasi kejadian.

Dia menjelaskan, penemuan jasad tersebut berdasarkan laporan masyarakat sekitar yang resah dengan bau busuk yang cukup menyengat. Setelah aparat dari Polsek Ngaglik mendatangi tempat kejadian perkara (tkp) ditemukan sesosok tubuh dengan posisi menggantung.

Riyanto mengatakan, pihaknya masih mendalami motif korban mengakhiri hidup. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan kerabat. “Motifnya apa, kami masih belum mengetahui,” jelasnya.

Dari informasi yang dihimpun, warga Sragen, Jawa Tengah tersebut sudah dua bulan menyewa di kamar tersebut. Keseharian lelaki berstatus duda tersebut berprofesi sebagai wirausaha.

Sementara itu salah seorang tetangga kost Airlangga mengatakan terakhir kali bertemu korban pada Kamis malam. Pada Minggu (23/10) malam, dirinya sudah mulai mencium bau busuk. Namun, bau busuk mulai menyengat pada Senin siang.

“Lalat juga sudah banyak yang keluar masuk ke dalam kamar. Saya curiga ada sesuatu bangkai di dalam,” jelasnya.

Meski bersebalahan, Airlangga tidak sepenuhnya mengenal sosok korban. Dirinya dan korban keseharian hanya tegur sapa bila bertemu. Sehingga permasalahan apa yang membuat korban mengakhiri hidup dengan bunuh diri tidak diketahui.

“Sepertinya orangnya juga pendiam,” jelasnya. (bhn/ong)