Beda dengan Penjabat, tanpa Ada Pelantikan

JOGJA – Teka teki pejabat Pemprov DIJ yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) wali kota Jogja sedikit banyak mulai terkuak. Nama Assekprov Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sulistyo disebut-sebut memiliki kans paling kuat menduduki posisi itu.

“Kalau tidak ada perubahan arahnya ke Sulistyo,” ujar seorang sumber di Kepatihan, kemarin (24/10). Masuknya nama Sulistyo itu karena mantan kepala Dinas Sosial DIJ itu dinilai mumpuni.

Dia dinilai punya pengalaman panjang di birokrasi. Di antaranya, Sulistyo sukses menjalankan amanat menjadi Plt kepala satuan kerja perangkat daerah seperti kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ, serta kepala Dinas Kesehatan DIJ.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ Beny Suharsono memastikan penunjukan Plt wali kota Jogja dilakukan 28 Oktober nanti. Namun penetapan Plt wali kota tidak diikuti dengan pelantikan seperti penjabat bupati Kulonprogo pada 24 Agustus lalu.

Masa tugas Plt wali kota berlangsung 54 hari. Sebab, masa jabatan Wali Kota Haryadi Suyuti dan Wakil Wali Kota Imam Priyono baru berakhir pada 20 Desember 2016. Status keduanya mulai 28 Oktober 2016 cuti di luar tanggungan Negara, karena ditetapkan KPU Kota Jogja sebagai calon wali kota Jogja. “Setelah 20 Desember baru ditunjuk penjabat wali kota,” terangnya.

Disinggung siapa pejabat yang ditunjuk sebagai Plt wali kota, Beny memilih menutup rapat-rapat informasi tersebut. Dia menyebutkan ada tiga nama yang telah diajukan kepada Gubernur DIJ Hamengku Buwono X.

Terkait tiga nama pejabat itu, birokrat asal Brebes ini enggan berterus terang. Demikian pula saat disebut nama Sulistyo atau nama Assekprov lainnya, Beny hanya tersenyum. Dia tidak mengiyakan tapi juga tidak membantahnya. “Yang jelas ada tiga nama yang diusulkan. Kalau asisten semua ada empat orang,” elaknya.

Beny juga belum mengetahui apakah Plt wali kota kelak juga ditunjuk sebagai penjabat wali kota. Kewenangan penuh menyangkut itu ada di tangan gubernur.

Sumber lain juga menginformasikan di luar Sulistyo sebetulnya ada nama lain yang masuk daftar kandidat. Nama itu adalah Assekprov Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ Gatot Saptadi.

Mantan kepala BPBD DIJ itu dinilai punya pengalaman karena pernah menjadi Penjabat Bupati Sleman. Tapi namanya urung disorongkan karena digandoli Penjabat Sekprov DIJ Rani Sjamsinarsi. “Bu Rani membutuhkan peran Pak Gatot di Kepatihan ini,” bisik sumber itu.

Gatot saat dikonfirmasi memastikan dirinya tak masuk daftar calon Plt wali kota. “Sampai sekarang saya belum pernah ditimbali (dipanggil) Bu Sekprov maupun Pak Gubernur,” katanya.

Meski begitu dia juga mengaku tak tahu nama-nama yang diusulkan. Pernyataan serupa juga disampaikan Sulistyo. Dia mengaku tak tahu dengan informasi penunjukan dirinya sebagai calon Plt wali kota.

“Nggak tahu karena belum ada hitam di atas putih (keputusan),” ujar birokrat yang berulang tahun saban 19 Agustus ini. (kus/dya/mg1)