GUNUNGKIDUL – Dua orang pemuda berinisial A, 17, dan F, 17, masing-masing warga Sewon Bantul diperiksa polisi. Keduanya dimintai keterangan di Mapolres Gunungkidul, kemarin.

Keduanya diduga sebagai provokator sehingga terjadi perkelahian dua kelompok tersebut. Bentrokan terjadi Minggu (23/10) sore saat kedua kelompok itu berpapasan dari dan ke Pantai Sadranan, Sidoarjo, Tepus.

Perkelahian tersebut menyebabkan empat orang terluka. Mereka yang terlibat keributan diamankan di Mapolres Gunungkidul.

“Dua orang itu diduga sebagai pelaku pengaiayaan terhadap empat orang dari kelompok berbeda,” kata Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino kemarin (24/10).

Saat kejadian, beberapa pemuda melakukan aksi mengangkat ban depan motor mereka. Lalu menabrak kelompok lain. Sejurus kemudian terjadilan perkelahian mengakibatkan empat korban terluka. “Dua kelompok itu semua dari luar Gunungkidul,” kata Ngadino.

Puluhan pemuda yang masih tergolong pelajar itu tidak boleh keluar dari mapolres. Kedua kelompok dipisahkan untuk memudahkan pendataan, yang satu di musala mapolres, lainnya di depan kantor SPK.

Di antara mereka terdapat sejumlah gadis remaja. Lainnya, pelajar, mahasiswa hingga karyawan swasta. “Saya tidak tahu menahu, hanya ikut-ikutan,” kata salah satu dari mereka.

Kedua terduga pelaku penganiayaan dijerat pasal 170 tentang pengeroyokan. Ancaman hukuman 10 tahun penjara. Kepastian penetapan tersangka masih didalami. Mereka yag tidak terlibat perkelahian belum diizinkan pulang. (gun/iwa/mg2)