MAGELANG – Masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya diminta selalu waspada terkait penggunaan mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Polres Magelang Kota baru saja meringkus pelaku pencurian uang di ATM.

Pelaku pencurian melalui mesin ATM ini adalah Afdal alias Siaf, 35. Ia mengganjal mesin ATM dengan sesuatu, sehingga kartu ATM nya tertelan. Pelaku kemudian mengelabuhi korban dengan menanyakan pin ATM-nya.

“Kami imbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang tidak dikenal. Apalagi yang berpura-pura membantu ketika kartu ATM tertelan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani kemarin (24/10).

Penangkapan pelaku bermula saat korban Astardi asal Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, hendak mengambil uang di sebuah ATM di Kota Magelang. Namun saat memasukkan kartu ATM, tiba-tiba tertelan dan tidak bisa keluar.

Nah, saat itulah pelaku memulai aksinya. Tersangka Afdal mencoba membantu korban dengan meminta menyebutkan nomor pin. Namun lantaran kartu tidak kunjung kartu, pelaku meminta korban menghubungi kantor layanan kartu ATM.

Saat korban pergi, pelaku mencoba memasukkan kembali kartu ATM miliknya. Dengan demikian kartu ATM korban bisa keluar. “Pelaku memang sengaja mengganjal lubang kartu mesin ATM,” jelas Esti.

Pelaku yang ternyata beristri empat ini lalu pergi ke ATM lain untuk menggunakan kartu milik korban. “Pelaku langsung menggasak uang korban sebanyak Rp 23.419.000 dengan cara mentransfer dan mengambil uang tunai,” ungkapnya.

Dari peristiwa itu, korban melapor ke polisi dengan bukti print out buku rekening miliknya. Dalam buku itu saldo di dalam rekeningnya berkurang drastis. Polisi langsung melakukan penyelidikan dengan melihat CCTV di ATM.

Dari rekaman CCTV itu identitas pelaku diketahui dan langsung dilakukan pengejaran sampai rumahnya di Grogol, Petamburan, Jakarta Barat. Pelaku berhasil dibekuk di wilayah Batang, pertengahan Oktoberu, saat akan kembali beraksi.

Dari pengakuan pelaku ke polisi, uang hasil pencurian itu dibelanjakan laptop, sepatu, baju, dan lainnya. Pelaku mendekam di tahanan Polres Magelang Kota untuk penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 362 tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Ternyata pelaku memiliki empat orang istri dan empat anak. Pelaku mengakui perbuatannya dan nekat melakukan hal itu karena terdesak kebutuhan ekonomi,” tandas Esti. (ady/laz/mg2)