Lebih Dekat dengan Istri Cawali dan Cawawali Kota Jogja (1)

Setelah ditetapkan oleh KPU Kota Jogja, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang bertarung di Pilwali 2017 akan semakin sibuk. Tak hanya membutuhkan dukungan tim sukses saja. Support keluarga juga diperlukan. Lantas seperti apa bentuk dukungan Poerwati Soetji R kepada suaminya, Heroe Poerwadi, yang maju sebagai calon wakil wali kota (cawawali) mendampingi Haryadi Suyuti?
VITA WAHYU HARYANTI, Sleman

MENGETAHUI sang suami, Heroe Poerwadi maju sebagai cawawali, perempuan yang bekerja sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi UGM ini sudah siap lahir batin. Dia juga memberikan dukungan penuh pada sang suami.

“Sebagai bentuk dukungan nyata saya memberikan izin, juga memberikan waktu kepada suami untuk konsolidasi dan bertemu dengan warga. Otomatis waktunya akan terbagi dan kesibukannya semakin banyak,” ujarnya ditemui di kediamannya di Perum Jambusari, Sleman, belum lama ini.

Soetji, sapaannya, mengungkapkan, bentuk support lain yang diberikan yakni dia tak segan memberi masukan. Dia memposisikan diri sebagai rakyat yang mempunyai aspirasi dan harapan kepada pemimpin. “Tentunya sebagai warga saya juga punya aspirasi agar Kota Jogja ke depan bisa lebih baik,” ungkap dokter spesialis bedah mulut yang praktik di RSI Klaten ini.

Diakuinya, saat sang suami menyatakan niatnya untuk maju dalam bursa Pilwali 2017, dia tidak kaget. Soetji mengaku rileks dengan majunya suami sebagai cawawali. Apalagi, sejak dulu sang suami memang sudah aktif terjun ke dunia politik. Ya, Heroe Poerwadi merupakan Ketua DPD PAN Jogja. “Saya tidak kaget. Ini bukan hal baru kalau melihat padatnya aktivitas bapak,” ungkapnya.

Ditanya mengenai padatnya kesibukan yang bakal dijalani, Soetji mengaku, sudah mempersiapkan diri. Apalagi selama ini memang aktivitasnya sudah cukup padat. Saat ini saja, pada Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu dia harus praktik di RSI Klaten sebagai dokter bedah.

Pada hari-hari tersebut dia harus nglaju Jogja-Klaten dengan jam operasi dan praktik yang terkadang hingga tengah malam. Dia juga harus siap dengan jadwal-jadwal operasi yang bersifat emergency. “Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter bedah mulut yang harus melayani masyarakat kapan saja,” ujarnya.

Kendati begitu, dia dan suami tetap memberikan waktu untuk anak-anak. Biasanya saat akhir pekan mereka pergi bersama-sama. Soetji mengungkapkan, sudah sejak awal, anak-anak diberi pemahaman terkait kesibukan orang tuanya. “Anak-anak sudah tahu tugas orang tuanya. Jadi sejak kecil mereka sudah saya didik mandiri,” ungkapnya.

Ditanya jika sang suami terpilih menjadi wakil wali kota, dia mengaku akan memberikan dukungan moral agar sang suami menjadi pemimpin yang mampu bertugas dengan baik. Dia mengaku akan sering-sering berdiskusi dan mengingatkan agar tugas yang dijalankan tidak menyimpang dari prosedurnya karena ini merupakan tanggung jawab besar.

“Terpilih atau tidak itu sudah keputusan masyarakat, yang jelas akan terus mengabdi kepada masyarakat Jogja,” ungkapnya menutup perbincangan. (ila/mg1/bersambung)