GUNUNGKIDUL – Terserang demam berdarah dengue (DBD) dan terlambat tertangani, Aqila Zahira Rahmadani, 4, meninggal dunia. Balita tersebut tinggal di Sumberejo, Ngawu, Playen.

Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Sabtu (22/10) malam. Namun, saat dibawa ke rumah sakit pelat merah tersebut, kondisi Aqila sangat lemah, terlambat dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya.

Tim medis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Aqila. Penyakit DBD yang telah stadium lanjut menyebabkan pertolongan sulit dilakukan.

Aqila diketahui mengalami demam sejak Senin (17/ 10). Namun, kedua orang tuanya menganggap anak keduanya tersebut hanya demam biasa, karena masih bisa beraktivitas layaknya anak-anak lain.

Puncaknya, pada Sabtu malam tersebut kondisi Aqila terus menurun, baru kemudian Aqila dibawa ke rumah sakit. Dimasukkan ke bangsal anak RSUD Wonosari, namun kondisi kesehatannya terus menurun. Sekitar pukul 23.00 Aqila meninggal dunia.

“Informasinya karena DBD,” kata Ketua RT tempat Aqila tinggal, Sunarto kemarin (23/10).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul dari Januari hingga Oktober 2016 sudah terjadi 899 kasus DBD. Bulan Juli, tercatat 73 kasus DBD, Agustus 101 kasus, sementara September 43 kasus DBD.

“Sampai kasus terakhir anak dari Playen (Aqila), berarti ada empat warga meninggal karena DBD,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Gunungkidul Sumitro.

Dia menjelaskan, beberapa wilayah dengan persebaran DBD paling tinggi di antaranya Kecamatan Wonosari. Disusul Kecamatan Playen, Paliyan, dan Karangmojo.

“Tren kasus demam berdarah masih meningkat. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada,” ujar Sumitro.

Dia mengimbau masyarakat melakukan pencegahan penyebaran penyakit DBD. Selain pengasapan dari dinkes, masyarakat juga harus terlibat pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Melakukan 3M, menguras wadah-wadah air, menutup rapat semua wadah air dan mengubur wadah bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk. Selain itu, memantau sarang nyamuk yang berkembang,” kata Sumitro. (gun/iwa/mg2)